
Pantau - Tim SAR gabungan memfokuskan pencarian terhadap sembilan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Pencarian Diperluas, Satu Jenazah Ditemukan
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa upaya utama saat ini adalah pencarian dan evakuasi korban.
"Kami utamakan saat ini adalah pencarian korban. Kami berharap bisa kami evakuasi dalam kondisi selamat," ungkapnya.
Pencarian dilakukan dengan menerjunkan empat SRU (search rescue unit) darat dan dua SRU udara.
Total personel yang terlibat dalam operasi pencarian ini mencapai sekitar 1.200 orang.
Basarnas bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) dan membagi tim ke berbagai sektor untuk menyisir lokasi jatuhnya pesawat secara menyeluruh.
Hingga kini, bagian-bagian pesawat yang telah ditemukan mencakup badan pesawat, ekor, mesin, jendela, enam kursi, serta beberapa komponen lainnya.
Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, Komandan Korem 141/Toddopuli, mengatakan bahwa pada hari kedua operasi, tim kembali menemukan bagian pesawat seperti mesin dan kursi.
Andi Sultan, Kepala Bidang Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, menambahkan bahwa cuaca ekstrem menyulitkan proses evakuasi serpihan.
Hujan lebat, kabut tebal, dan jarak pandang terbatas hanya 3–5 meter menyebabkan medan licin dan membahayakan tim SAR.
Posko DVI Aktif, Keluarga Korban Mulai Berdatangan
Rumah Sakit Bhayangkara Biddokes Polda Sulsel telah dijadikan Posko DVI (Disaster Victim Identification) untuk proses identifikasi korban.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa keluarga korban mulai berdatangan untuk pemeriksaan data ante mortem, termasuk adik kandung kopilot pesawat.
Tim juga melakukan pemeriksaan jemput bola bekerja sama dengan Biddokes dari wilayah lain, seperti Polda Jawa Barat.
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyatakan bahwa lokasi jatuhnya pesawat berhasil ditemukan dalam waktu kurang dari 24 jam.
Lokasi puncak Gunung Bulusaraung memungkinkan helikopter mendarat dan menjadi titik krusial dalam upaya penyelamatan.
Tim SAR gabungan dari Kopasgat, Basarnas, dan unsur TNI lainnya telah dikerahkan lengkap dengan peralatan dan sistem komunikasi yang memungkinkan koneksi langsung dengan posko induk.
- Penulis :
- Gerry Eka







