
Pantau - Istana Merdeka kini menghadirkan atraksi baru berupa upacara pergantian pasukan jaga atau guard mounting bernama Serah Terima Kawal Istana Merdeka, yang mulai dapat disaksikan langsung oleh masyarakat sejak awal Februari 2026.
Upacara ini digelar setiap hari Minggu pukul 08.00 WIB di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, dan terinspirasi dari tradisi serupa di Istana Buckingham, London.
Sebelumnya, prosesi ini dilakukan secara tertutup dan sederhana, namun kini dibuka untuk umum sebagai bagian dari pendekatan budaya dan kebangsaan.
Tampilkan Parade, Atraksi Berkuda, dan Serah Terima Bendera
Prosesi Serah Terima Kawal Istana Merdeka mencakup berbagai atraksi seperti baris-berbaris, pengecekan senjata, parade pasukan jaga, hingga atraksi pasukan berkuda.
Prajurit Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tampil dengan seragam lengkap yang dilengkapi aksen tenun keemasan di bagian pinggang dan kerah, menambah nilai estetika dan kebanggaan.
Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha, menjelaskan bahwa upacara ini merupakan simbol kehormatan negara serta kesinambungan tugas pengamanan istana.
"Rangkaian prosesi mencakup laporan dan penghormatan kepada komandan komplek Istana Merdeka, laporan dan penghormatan antara dinas jaga yang lama dan baru, atraksi kuda, kolone senapan, pengecekan senjata, hingga serah terima Bendera Kawal Istana," jelasnya.
Terbuka untuk Masyarakat, Wujud Kedekatan Paspampres dan Rakyat
Sebanyak 27 prajurit terlibat dalam upacara ini, terdiri dari Pasukan Kawal Istana (Walis) dari Yonwalprotneg Paspampres, pasukan berkuda dari Yonkav Paspampres, dan Satuan Musik dari Densik Paspampres.
Komandan posko dan komandan komplek Istana bertindak sebagai pemimpin upacara serta penanggung jawab pengamanan wilayah.
Selain menjaga keamanan, prosesi ini juga dimanfaatkan sebagai sarana interaksi antara rakyat dan pasukan pengamanan.
"Setelah rangkaian serah terima selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama masyarakat sebagai wujud kedekatan antara Paspampres dengan rakyat, sekaligus refleksi semangat kebangsaan terhadap Istana, yang merupakan kebanggaan rakyat Indonesia," tambah Mayjen Edwin.
Kehadiran prosesi ini menjadi daya tarik baru di jantung ibu kota sekaligus pengingat akan pentingnya simbol-simbol kenegaraan yang mendekatkan aparat dengan masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka







