
Pantau - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade melepas keberangkatan 250 bus mudik gratis di kompleks parlemen, Jakarta, untuk tujuan berbagai daerah di Sumatera Barat.
Program mudik gratis tersebut bertajuk Pulang Basamo yang diikuti sekitar 12.000 pemudik dari Jakarta menuju kampung halaman di Sumatera Barat.
Andre Rosiade menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat perantauan Minang agar dapat pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga saat Idulfitri.
Ia mengatakan, "Acara ini memang tahun yang keempat kita laksanakan. Tahun pertama 75 bus, tahun kedua 200 bus, tahun ketiga 250 bus, dan tahun ini Alhamdulillah tetap 250 bus."
Selain mendapatkan transportasi gratis, para pemudik juga memperoleh makanan selama perjalanan.
Rombongan bus yang berangkat menuju Sumatera Barat juga mendapatkan pengawalan dari kepolisian selama perjalanan.
Andre Rosiade mengatakan, "Dari berangkat sampai ke Sumatera Barat dikawal langsung oleh Polda Sumatera Barat."
Dua Titik Pemberhentian di Sumatera Barat
Dalam program tersebut terdapat dua titik pemberhentian utama bagi para pemudik.
Titik pemberhentian pertama berada di depan Masjid Raya Sumatera Barat di Kota Padang.
Titik pemberhentian kedua berada di Lapangan Kantin di Kota Bukittinggi.
Meski demikian, para pemudik tetap diperbolehkan turun di wilayah lain yang dilalui selama perjalanan menuju Sumatera Barat.
Andre Rosiade mengatakan, "Tujuannya ke Sumatera Barat, ada dua titik pemberhentian. Yang pertama di Padang di depan Masjid Raya Sumatera Barat, yang kedua di depan Lapangan Kantin di Kota Bukittinggi."
Diikuti Mahasiswa hingga Pekerja
Dari total 250 bus yang disiapkan, sekitar 100 bus diberangkatkan lebih dahulu.
Sementara itu, 150 bus lainnya dijadwalkan berangkat pada 15 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa peserta keberangkatan pertama mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa.
Gelombang keberangkatan berikutnya didominasi oleh para pekerja.
Andre Rosiade menilai program mudik ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian Sumatera Barat.
Menurutnya, para perantau yang pulang kampung biasanya membawa uang dan berbelanja di daerah asal mereka.
Ia mengatakan, “Sumatera Barat pertumbuhan ekonominya hanya 3 persen, inflasi 6 persen. Selama ini ekonomi terbantu karena perantau Minang selalu mengirimkan uang sekitar Rp20 triliun per tahun.”
- Penulis :
- Gerry Eka








