
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 1.200 unit pompa pengendali banjir untuk mempercepat penanganan genangan dan banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu malam hingga Minggu.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan koordinasi telah dilakukan dengan jajaran pemerintah daerah sejak malam sebelumnya.
Ia mengatakan, “Sejak semalam saya sudah berkoordinasi dengan jajaran, terutama Dinas Sumber Daya Air. Bahkan di beberapa titik pemompaan sudah dilakukan sejak malam.”
Dari total pompa yang dikerahkan, sebanyak 668 unit merupakan pompa stasioner yang tersebar di 243 lokasi.
Selain itu terdapat 536 unit pompa mobile yang ditempatkan di berbagai titik rawan banjir.
Pompa tersebut digunakan untuk menyedot air dari wilayah yang mengalami genangan, termasuk di kawasan Jalan Daan Mogot Jakarta Barat dan sejumlah ruas jalan utama lainnya.
Curah Hujan Sangat Tinggi
Pramono menyebut curah hujan di Jakarta dan wilayah sekitarnya tergolong sangat tinggi.
Dalam satu hari intensitas hujan tercatat mencapai 264 milimeter.
Ia mengatakan, “Hari ini di Jakarta dan sekitarnya, curah hujan mencapai 264 milimeter per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat tinggi.”
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta hingga pukul 17.00 WIB banjir merendam 74 rukun tetangga.
Selain itu banjir juga menggenangi 15 ruas jalan di berbagai wilayah Jakarta.
Ketinggian air di wilayah terdampak bervariasi antara sekitar 15 sentimeter hingga 1,2 meter.
Program Normalisasi Sungai
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan dan banjir serta mengikuti informasi resmi terkait kondisi cuaca.
Dalam jangka menengah pemerintah daerah terus memperkuat pengendalian banjir melalui program normalisasi sungai.
Normalisasi saat ini dilakukan di tiga sungai utama yaitu Sungai Ciliwung, Kali Cakung Lama, dan Kali Krukut.
Pemerintah menargetkan normalisasi Kali Cakung Lama dapat selesai pada tahun 2027.
Program tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah Jakarta secara signifikan.
- Penulis :
- Gerry Eka








