
Pantau - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang mengalami erupsi pada Minggu pagi pukul 08.49 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak.
“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.49 WIB dengan tinggi kolom abu letusan teramati 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut mdpl,” demikian laporan petugas.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya.
Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 4 menit 6 detik.
“Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu disertai awan panas guguran dengan jarak luncur 3.500 meter ke arah Besuk Kobokan,” lanjut laporan tersebut.
Dalam satu hari, Gunung Semeru tercatat mengalami sembilan kali erupsi sejak pukul 00.21 WIB.
Letusan tertinggi terjadi pada pukul 01.01 WIB dengan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.
Hingga laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung dengan status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Di luar radius tersebut, warga juga tidak diperbolehkan berada dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Hal ini karena potensi awan panas dan lahar dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah akibat risiko lontaran batu pijar.
Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Sebagai informasi tambahan, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta banjir lahar dan mengikuti rekomendasi dari petugas berwenang.
- Penulis :
- Gerry Eka







