
Pantau - Proses rekonstruksi pascabanjir bandang November 2025 di Aceh mulai menunjukkan kemajuan, terutama di Desa Tetingi, Gayo Lues, meski masih menyisakan berbagai tantangan dalam pemulihan menyeluruh.
Pemulihan Infrastruktur dan Kehidupan Warga
Banjir bandang yang terjadi akibat luapan tiga hulu sungai di kawasan Leuser menghantam permukiman Desa Tetingi dan berdampak pada 418 jiwa.
Warga sempat terisolasi akibat rusaknya rumah, putusnya akses jalan, serta padamnya jaringan listrik.
Pemerintah kemudian membuka jalan alternatif yang memotong tebing untuk menggantikan jalur utama sepanjang delapan kilometer yang amblas dan tertimbun longsor.
Tim gabungan juga memperbaiki jembatan, memulihkan listrik, serta membersihkan fasilitas umum seperti sekolah dan layanan kesehatan.
Dalam waktu kurang dari 10 hari sejak bencana, bantuan berhasil menjangkau lokasi terdampak.
Rekonstruksi Jadi Momentum Kebangkitan
Hunian sementara mulai dibangun dan aktivitas warga perlahan kembali normal setelah tiga bulan masa tanggap darurat.
Rumah-rumah mulai berdiri kembali dan akses jalan antarwilayah kembali terhubung.
Kondisi geografis Desa Tetingi yang berada di lembah dengan pola permukiman mengikuti aliran sungai menjadi salah satu faktor kerentanan terhadap bencana.
Wilayah ini berada di ketinggian 800 hingga 900 meter di atas permukaan laut dengan suhu berkisar 13 hingga 17 derajat celcius.
Meski terbiasa hidup di wilayah dengan risiko tinggi, bencana tersebut menjadi refleksi penting dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi ke depan.
Pemerintah menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
- Penulis :
- Aditya Yohan







