
Pantau - Perumda Pasar Jaya mengambil langkah cepat untuk mencegah penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, dengan memperkuat pengangkutan serta menyiapkan sistem pengelolaan berkelanjutan.
Salah satu upaya utama dilakukan melalui penertiban dan penyaringan atau screening sampah agar alur pembuangan lebih terkendali.
Sebelumnya, volume sampah sempat mencapai sekitar 6.970 ton atau setara 410 truk tronton akibat kendala armada sejak 9 Maret 2026.
Pasar Jaya juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk mempercepat proses pengangkutan.
“Kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya,” ujar pihak Pasar Jaya.
Dalam dua hari terakhir, sebanyak 33 truk tronton telah dikerahkan, terdiri dari 20 armada pada hari sebelumnya dan 13 armada pada Sabtu.
Pembersihan intensif akan terus dilakukan hingga kondisi pasar kembali normal.
Dalam jangka pendek, Pasar Jaya menyiapkan pengadaan lima unit truk sampah mandiri dengan kapasitas masing-masing 16 meter kubik.
Armada tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir April 2026 untuk memperkuat kemampuan pengangkutan internal.
Selain itu, kerja sama dengan pihak ketiga juga dioptimalkan guna mempercepat distribusi sampah.
Dalam jangka panjang, Pasar Jaya akan menerapkan teknologi pengolahan sampah berkelanjutan.
Uji coba teknologi thermal hydrolysis tengah dipersiapkan, serta penerapan sistem MASARO atau Manajemen Sampah Zero.
“Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik,” jelasnya.
Sebagai informasi tambahan, langkah ini diharapkan mampu mencegah terjadinya penumpukan sampah berulang di Pasar Induk Kramat Jati.
- Penulis :
- Gerry Eka







