
Pantau - Atlet para renang putri Indonesia Harsanto Mutiara Cantik berhasil memecahkan rekor pribadinya sekaligus meraih medali emas pada ASEAN Para Games 2025 yang berlangsung di Nakhon Ratchasima, Thailand.
Prestasi tersebut diraih Mutiara pada final nomor 100 meter gaya dada putri klasifikasi SB9 yang digelar di 80th Birthday Anniversary Stadium's Aquatic Center.
Mutiara mencatatkan waktu satu menit 29,86 detik dan memastikan diri sebagai peraih medali emas pada nomor tersebut.
Posisi kedua ditempati atlet Malaysia Ong Jia Xuan, sementara peringkat ketiga diraih atlet tuan rumah Thailand Kangpila Monruedue.
Catatan waktu satu menit 29,86 detik tersebut sekaligus memecahkan rekor pribadi Mutiara yang sebelumnya tercatat satu menit 33,55 detik pada ASEAN Para Games 2023 Kamboja.
Mutiara Cantik yang saat ini berusia 22 tahun mempersembahkan medali emas kedua dari cabang olahraga para renang untuk Indonesia.
Tambahan Emas dari Nomor Lain
Selain Mutiara, atlet Indonesia Syuci Indriani juga berhasil menyumbangkan medali emas bagi tim para renang Indonesia.
Syuci Indriani mencatatkan waktu satu menit 11,41 detik pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu putri klasifikasi S14.
Medali emas tersebut menjadi emas ketiga bagi tim para renang Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2025.
Medali juga diraih atlet Indonesia Firmansyah Syailendra pada nomor 100 meter gaya dada putra klasifikasi SB14.
Firmansyah mencatatkan waktu satu menit 11,53 detik pada nomor tersebut.
Kekuatan Tim dan Pembinaan Atlet
Hingga Rabu siang, sejumlah nomor lomba para renang masih berlangsung di 80th Birthday Anniversary Stadium's Aquatic Center, Nakhon Ratchasima.
Tim para renang Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 diperkuat oleh 28 atlet yang terdiri dari 19 atlet putra dan sembilan atlet putri.
Komposisi atlet terbagi dalam dua kelompok usia, yakni perenang senior yang masih berprestasi dan perenang muda hasil pembinaan berjenjang.
Para atlet muda merupakan hasil pantauan dan pembinaan National Paralympic Committee Indonesia bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Proses pembinaan dilakukan melalui ajang Pekan Paralimpiade Nasional serta Pekan Paralimpiade Pelajar Nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan







