Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Legenda Bulu Tangkis Indonesia Beri Kontribusi Langsung untuk Museum Bulu Tangkis Dunia BWF di China

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Legenda Bulu Tangkis Indonesia Beri Kontribusi Langsung untuk Museum Bulu Tangkis Dunia BWF di China
Foto: (Sumber: Legenda bulu tangkis Indonesia Hendra Setiawan saat membubuhkan tanda tangan dalam pembangunan Museum Bulu Tangkis Dunia yang digagas Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di Qingdao, China, Kamis (22/1/2026). ANTARA/HO-PBSI)

Pantau - Sejumlah legenda dan juara bulu tangkis Indonesia turut berkontribusi dalam pembangunan Museum Bulu Tangkis Dunia yang digagas oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), dengan menyumbangkan tanda tangan dan handprint sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah olahraga ini.

Jejak Legenda Indonesia Akan Abadi di Museum BWF

Kontribusi para legenda dilakukan dengan membubuhkan tanda tangan dan cetakan tangan (handprint) di atas foto-foto bersejarah.

Semua elemen ini akan dipajang secara permanen di museum sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan budaya bulu tangkis dunia.

Dalam keterangan resmi PP PBSI, disebutkan bahwa keterlibatan legenda Indonesia menjadi bagian penting dalam mendukung suksesnya ide besar pendirian museum internasional ini.

Deretan legenda bulu tangkis Indonesia yang turut terlibat antara lain:

  • Rudy Hartono
  • Imelda Wiguna
  • Ricky Soebagdja
  • Icuk Sugiarto
  • Hariyanto Arbi
  • Hendrawan
  • Susy Susanti
  • Alan Budikusuma
  • Sigit Budiarto
  • Hendra Setiawan
  • Mohammad Ahsan
  • Tontowi Ahmad

Tanda tangan dan handprint mereka akan ditempatkan di area khusus museum yang menampilkan para juara dunia dan peraih medali emas Olimpiade—sebagai simbol dari pencapaian tertinggi dalam dunia bulu tangkis.

Museum Dibangun di Qingdao, Tampilkan Sejarah dan Inspirasi Olahraga

Project Director BWF, Stuart Borrie, menyampaikan bahwa museum ini bukan sekadar tempat penyimpanan memorabilia, melainkan ruang edukatif yang menghubungkan pengunjung dengan para tokoh besar dalam sejarah bulu tangkis.

"Kami ingin museum ini menjadi tempat di mana orang dapat belajar tentang sejarah bulutangkis dan mengenal para tokoh yang membentuk olahraga ini", ujar Stuart.

Museum Bulu Tangkis Dunia BWF tengah dibangun di kawasan BWF Qingdao International Exchange Center, China.

Museum ini memiliki luas sekitar 4.200 meter persegi, terdiri atas empat lantai, dan dirancang untuk menampilkan:

  • Perjalanan sejarah bulu tangkis dunia
  • Turnamen-turnamen bergengsi
  • Kontribusi para legenda lintas generasi

Stuart Borrie berharap museum ini menjadi destinasi yang tidak hanya menarik penggemar olahraga, tetapi juga menjadi pusat pertukaran sejarah dan budaya.

"Kami berharap orang akan datang ke Qingdao bukan hanya untuk melihat sebuah kota yang indah tetapi juga untuk melihat museum dan belajar tentang sejarah bulu tangkis, belajar tentang pemenang dan belajar tentang orang dalam olahraga kita. Museum ini harus menjadi sebuah pusat yang menarik orang untuk pertukaran sejarah dan budaya", ungkapnya.

Penulis :
Aditya Yohan