
Pantau - Raymond Muratalla sukses mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan versi International Boxing Federation (IBF) usai mengalahkan petinju asal Kuba, Andy Cruz, dalam pertarungan sengit di Fontainebleau, Las Vegas.
Muratalla tampil dominan sejak awal dan memenangkan laga melalui keputusan mayoritas juri dengan skor 118-110, 116-112, dan 114-114.
"Saya datang ke sini untuk melakukan apa yang memang seharusnya saya lakukan, dan malam ini saya meraih kemenangan," ungkap Muratalla usai pertandingan.
Meski berstatus juara bertahan, Muratalla justru menjadi underdog dalam laga ini melawan Cruz yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2021.
Tekanan Tanpa Henti, Muratalla Buktikan Kualitas
Muratalla terus menekan sepanjang 12 ronde dan mendaratkan pukulan keras secara konsisten.
"Saya terus memberi tekanan. Saya tahu dia tidak akan mampu mengatasinya dan ketika pertarungan dibawa ke ronde-ronde akhir selama 12 ronde, dia tidak sanggup. Saya tidak terjebak dengan perangkapnya dan saya memecah serta melemahkannya ronde demi ronde," tegasnya.
Andy Cruz sempat melancarkan sejumlah serangan balasan, namun gaya bertarungnya yang banyak mundur tidak banyak memengaruhi penilaian dewan juri.
Dengan kemenangan ini, Muratalla yang kini berusia 29 tahun, sukses mempertahankan gelar IBF kelas ringan untuk pertama kalinya.
Rekor Sempurna Muratalla dan Kekalahan Perdana Cruz
Kemenangan atas Cruz membuat rekor Muratalla tetap bersih, dengan catatan 25 kemenangan tanpa kekalahan, termasuk 17 kali menang KO.
Sebelumnya, Muratalla naik status menjadi juara dunia penuh setelah Vasiliy Lomachenko menyatakan pensiun, beberapa pekan setelah Muratalla mengalahkan Zaur Abdullaev dalam perebutan gelar interim IBF pada Mei 2024 di San Diego.
Bagi Andy Cruz, ini merupakan kekalahan perdana dalam karier profesionalnya.
Ia kini mencatatkan enam kemenangan (tiga KO) dan satu kekalahan, serta untuk pertama kalinya menjalani laga hingga lebih dari 10 ronde.
Ambisinya untuk menyusul prestasi sebagai juara dunia setelah sukses di Olimpiade Tokyo harus tertunda.
- Penulis :
- Gerry Eka







