Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Kisah Nur Ikhsan, Tukang Pijat dari Temanggung yang Persembahkan Perak untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kisah Nur Ikhsan, Tukang Pijat dari Temanggung yang Persembahkan Perak untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025
Foto: (Sumber: Pemain tim goalball Indonesia Nur Ikhsan (tengah), bersiap memasuki lapangan untuk bertanding dalam pertandingan final ASEAN Para Games 2025 Thailand, di Indoor Stadium, Vongchavalitkul University, Nakhon Ratchasima, Minggu (25/1/2026). ANTARA/Donny Aditra.)

Pantau - Nur Ikhsan, atlet goalball asal Temanggung, Jawa Tengah, berhasil menyumbangkan medali perak untuk Indonesia dalam ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 di Nakhon Ratchasima, Thailand, Minggu, 25 Januari 2026.

Prestasi ini menjadi tonggak bersejarah bagi Ikhsan, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang pijat dan baru memulai kariernya di dunia olahraga disabilitas pada 2023.

“Dulu saat pelatda saya hanya bisa latihan di hari Minggu, karena hari lainnya saya harus bekerja untuk kebutuhan hidup,” ungkap Ikhsan.

Perjalanan Karier dan Perjuangan Ikhsan

Nur Ikhsan memulai debutnya di cabang goalball lewat ajang Peparprov Jawa Tengah 2023, setelah sebelumnya sempat menekuni para-atletik.

Setahun kemudian, ia tampil di Peparnas Solo 2024 dan sukses menyabet medali emas.

Berkat konsistensinya, Ikhsan terpilih mengikuti pelatnas dan masuk dalam skuad Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025.

Sumbang Medali Perak dari Cabang Goalball

Dalam pertandingan final cabang goalball di APG 2025, tim Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 5-15.

Meski kalah, raihan medali perak merupakan capaian luar biasa bagi Ikhsan yang baru pertama kali tampil di level internasional.

Ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa kerja keras dan ketekunan dapat membawa hasil, meski dengan segala keterbatasan.

Pesan dan Harapan bagi Penyandang Disabilitas

“Jika ada kesempatan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, maka sudah seharusnya kita jalani dengan sepenuh hati,” ucap Ikhsan.

Ia juga berharap agar penyandang disabilitas lain tidak menyerah terhadap keadaan, dan terus memiliki semangat untuk berprestasi.

Cerita hidup Ikhsan menjadi inspirasi bahwa keterbatasan ekonomi maupun fisik bukan penghalang untuk mengharumkan nama bangsa.

Penulis :
Gerry Eka