Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Komnas Disabilitas Kawal Hak Atlet Peraih Medali di ASEAN Para Games 2025

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Komnas Disabilitas Kawal Hak Atlet Peraih Medali di ASEAN Para Games 2025
Foto: Sejumlah atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia tiba usai mengikuti ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa 27/1/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Pantau - Komisi Nasional Disabilitas (KND) mengawal secara intensif pemenuhan hak atlet disabilitas Indonesia yang meraih prestasi pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 di Thailand.

Pengawalan Sejak Pra hingga Pasca Kejuaraan

Komisioner KND, Jonna Aman Damanik, menyampaikan bahwa pengawalan ini bertujuan memastikan pemenuhan hak keolahragaan penyandang disabilitas sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

"KND melakukan pemantauan sejak tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pasca kejuaraan," ungkapnya.

Pemantauan sudah dimulai sejak awal November 2025 melalui koordinasi dengan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.

Selain itu, KND juga melakukan pendampingan langsung di lapangan guna memastikan kebutuhan atlet terpenuhi secara menyeluruh.

Menjelang pelaksanaan APG 2025, KND bersama Chef de Mission Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, turun langsung memantau kesiapan fasilitas bagi atlet dan ofisial.

Fasilitas yang dipantau meliputi penginapan, konsumsi, dukungan medis, serta akses mobilitas menuju arena pertandingan.

Bonus Belum Ditentukan, KND Kawal Hak Pasca-Kejuaraan

Pengawalan hak juga berlanjut pasca-kejuaraan, khususnya terkait pemberian bonus atau hadiah bagi para atlet peraih medali.

Kontingen Indonesia sendiri menutup APG 2025 yang berlangsung pada 20–26 Januari dengan prestasi membanggakan, yakni meraih posisi juara dua.

Kontingen terdiri dari 539 atlet dan ofisial, serta berhasil mengumpulkan total 392 medali yang terdiri atas 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu.

Jumlah tersebut melampaui target semula yang ditetapkan yaitu 236 medali.

Meski demikian, hingga kini bonus bagi para atlet belum ditentukan.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyatakan bahwa keputusan mengenai bonus masih menunggu arahan resmi dari pemerintah.

"Kita tunggu nanti kebijakan," ia mengungkapkan.

Penulis :
Arian Mesa
Editor :
Arian Mesa