
Pantau - Novak Djokovic menegaskan bahwa dirinya belum menyerah mengejar gelar Grand Slam ke-25 meski harus takluk dari Carlos Alcaraz dalam final Australian Open 2026, Minggu (1 Februari 2026) waktu setempat.
Alcaraz Ukir Sejarah, Djokovic Tetap Optimis
Pada laga final di Rod Laver Arena, Djokovic yang menjadi unggulan keempat bermain sengit selama tiga jam dua menit, namun akhirnya harus mengakui keunggulan Alcaraz.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Djokovic di final Australian Open, setelah sebelumnya memenangi 10 kali partai puncak turnamen tersebut tanpa sekalipun kalah.
Meski demikian, Djokovic mengaku tetap percaya diri dan bangga atas pencapaiannya.
"Saya selalu percaya saya bisa. Jika tidak, saya tidak akan berkompetisi, dan saya telah mengatakan ini berkali-kali," ungkapnya.
"Ya sudahlah. Itulah olahraga, tetapi tentu saja, ketika Anda menarik garis dan membuat penilaian tentang apa yang terjadi selama beberapa minggu terakhir, merupakan pencapaian luar biasa bagi saya untuk dapat bermain di final, mungkin hanya beberapa set lagi untuk memenangi turnamen," lanjutnya.
Carlos Alcaraz sendiri mencatatkan sejarah sebagai petenis putra termuda yang berhasil menyelesaikan Career Grand Slam, yakni menjuarai keempat turnamen Grand Slam di usia muda.
Dengan kemenangan ini, Alcaraz mencetak Grand Slam ketujuh dalam kariernya dan menyamai rekor head to head dengan Djokovic menjadi 5-5, termasuk tiga kemenangan di final Grand Slam.
Djokovic Akui Penurunan, Tapi Tak Hilang Semangat
Djokovic mengakui bahwa beberapa aspek permainannya mengalami penurunan, meski ia tampil dominan di awal pertandingan.
"Set pertama adalah salah satu set terbaik yang pernah saya mainkan dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.
"Forehand saya melemah di momen-momen penting. Itulah yang terjadi," ia menambahkan.
Petenis asal Serbia itu terakhir kali meraih gelar Grand Slam di US Open 2023.
Sepanjang musim 2025, ia mencapai semifinal di keempat Grand Slam, namun gagal menembus final.
Dalam turnamen Australian Open 2026 ini, Djokovic mendapat keuntungan di babak-babak awal dengan kemenangan walkover atas Jakub Mensik di babak keempat, serta mundurnya Lorenzo Musetti di perempat final saat Djokovic sudah unggul dua set.
Ia juga mengaku bahwa penyesuaian pola pikir membantunya mengelola tekanan seiring bertambahnya usia.
"Saya menurunkan ekspektasi saya dalam beberapa tahun terakhir, yang juga, menurut saya, memungkinkan saya untuk melepaskan beberapa stres tambahan yang tidak perlu," ungkap Djokovic.
Meski kalah, Djokovic dipastikan naik ke peringkat tiga dunia usai tampil sebagai finalis.
Ia juga memuji sosok Alcaraz yang sukses menjuarai turnamen ini.
"Dia pantas mendapatkan semua pujian yang dia terima dari rekan-rekannya, tetapi juga dari seluruh komunitas tenis," kata Djokovic.
"Dia pemuda yang sangat baik. Memiliki nilai-nilai yang baik, keluarga yang baik," tambahnya.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti







