Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Juara Thailand Masters 2026, Tiwi/Fadia Tetap Dievaluasi PBSI sebagai Bagian dari Strategi Jangka Panjang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Juara Thailand Masters 2026, Tiwi/Fadia Tetap Dievaluasi PBSI sebagai Bagian dari Strategi Jangka Panjang
Foto: (Sumber: Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi juara Thailand Masters 2026. Pada laga final yang digelar di Nimibutr Stadium, Patumwan, Thailand, Minggu, Tiwi/Fadia, menaklukkan pasangan China peringkat delapan dunia, Li Yi Jing/Bao Li Jing dengan skor 15-21, 21-15, 21-18. ANTARA/HO-PBSI.)

Pantau - Amalia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil menjuarai sektor ganda putri di turnamen Thailand Masters 2026, namun PBSI tetap melakukan evaluasi sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang.

Evaluasi Ditekankan Meski Raih Gelar

Pada laga final yang berlangsung di Nimibutr Stadium, Patumwan, Thailand, Minggu, pasangan Tiwi/Fadia mengalahkan unggulan Tiongkok peringkat 8 dunia, Li Yi Jing/Bao Li Jing, dengan skor 15-21, 21-15, 21-18.

Thailand Masters 2026 merupakan turnamen kedua bagi pasangan ini, setelah debut mereka di Indonesia Masters 2026 (Super 500) sepekan sebelumnya.

Gelar juara di level Super 300 ini dianggap sebagai hasil awal yang positif dari kebijakan PP PBSI dalam merombak pasangan ganda putri.

Meski demikian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyatakan bahwa pencapaian tersebut bukanlah tolok ukur akhir.

"Harapan dari dilakukannya pergantian pasangan tentu adalah adanya peningkatan prestasi dibandingkan pasangan sebelumnya," ungkapnya.

Ia menekankan bahwa masih banyak aspek yang harus ditingkatkan, khususnya dari segi fisik dan pola permainan.

Menurut Eng Hian, turnamen di level Super 500 ke atas menuntut ketahanan fisik dan kualitas permainan yang lebih stabil.

Fokus Regenerasi Jelang Kualifikasi Olimpiade 2028

Evaluasi juga diterapkan pada dua pasangan baru lainnya yang tampil di turnamen ini, yaitu Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (Ana/Trias).

Eng Hian menyatakan kondisi mereka "juga masih sama", yaitu belum menunjukkan konsistensi prestasi dan masih membutuhkan peningkatan fisik serta pola bermain.

PBSI menegaskan tidak ingin terjebak pada hasil sesaat, melainkan fokus pada proses pembinaan berkelanjutan untuk mencetak prestasi stabil di level internasional.

Evaluasi ganda putri ini merupakan bagian dari strategi regenerasi menuju kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 yang dimulai pada 2027.

Thailand Masters 2026 sendiri merupakan bagian dari BWF World Tour Super 300, di mana Indonesia mendominasi podium dengan meraih empat gelar juara dan dua posisi runner-up.

Selain Tiwi/Fadia, gelar juara juga diraih oleh:

Muhammad Zaki Ubaidillah (tunggal putra),

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (ganda putra),

Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran).

Penulis :
Gerry Eka