Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Otomotif

Dominasi Mobil Tiongkok Kian Menguat, Diprediksi Kuasai Sepertiga Pasar Global pada 2030

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Dominasi Mobil Tiongkok Kian Menguat, Diprediksi Kuasai Sepertiga Pasar Global pada 2030
Foto: (Sumber: Jenama otomotif asal Tiongkok, Jaecoo memperkenalkan SUV J7 sebagai salah satu produk mobil hybrid yang diperdagangkan di dealer di Kota Malang, Jawa Timur. ANTARA/Ananto Pradana.)

Pantau - Produsen mobil asal Tiongkok diperkirakan akan menguasai sepertiga pasar otomotif global dalam lima tahun ke depan, melampaui dominasi produsen tradisional seperti Toyota dan Volkswagen.

Laporan dari Carscoops pada Sabtu (10 Januari 2026) menyebutkan bahwa keunggulan Tiongkok dalam elektrifikasi kendaraan dan efisiensi biaya menjadi faktor utama pergeseran dominasi ini.

Analis menilai, perubahan ini bukan sekadar gangguan sementara, melainkan pergeseran permanen dalam peta industri otomotif global.

Ekspansi Global dan Keunggulan Strategis Produsen Tiongkok

Menurut analis dari UBS, meskipun pasar domestik Tiongkok masih terus tumbuh, ekspansi internasional kini memegang peran penting.

Saat ini, pasar luar negeri menyumbang sekitar 20 persen dari total penjualan mobil Tiongkok dan bahkan mencapai 50 persen dari keuntungan beberapa perusahaan.

UBS mempertahankan prediksinya sejak dua tahun lalu bahwa dominasi produsen Tiongkok akan terus meningkat, meskipun sejumlah pabrikan tradisional menunda pengembangan kendaraan listrik.

Paul Gong, analis utama UBS untuk kendaraan listrik Tiongkok, mengatakan, “Hambatan utama disebabkan oleh melambatnya adopsi kendaraan listrik di Eropa, serta tarif dan proteksionisme terhadap kendaraan listrik Tiongkok. Saya pikir kemajuan tahun 2024 lebih lambat dari yang diharapkan, tetapi tanda-tanda terbaru menunjukkan adanya peningkatan.”

South China Morning Post juga melaporkan bahwa strategi jangka panjang Tiongkok dalam elektrifikasi, integrasi vertikal, dan pembangunan rantai pasokan agresif kini menunjukkan hasil nyata.

Strategi tersebut memberi produsen Tiongkok keunggulan biaya dan kemampuan beradaptasi cepat terhadap perubahan pasar.

Frank Diana dari Tata Consultancy Services menyatakan, “Fakta bahwa [China] telah belajar secara agresif berarti mereka akan memiliki posisi dominan dan pangsa pasar yang besar.”

Dampak terhadap Merek Lama dan Persaingan Baru

UBS memperkirakan bahwa dominasi baru ini akan menggerus pangsa pasar merek-merek lama seperti Volkswagen dan Toyota.

Saat ini, dua merek tersebut menguasai 81 persen pasar segmen utama, namun angka itu diperkirakan turun menjadi 58 persen pada 2030.

Tesla juga diproyeksikan mengalami peningkatan pangsa pasar dari 2 persen saat ini menjadi 8 persen di tahun 2030.

Ekspansi global produsen Tiongkok semakin diperkuat dengan pembangunan fasilitas produksi di luar negeri.

Di Thailand, SAIC Motor, Great Wall, BYD, GAC, Changan Automobile, dan Chery telah mengoperasikan pabrik perakitan.

Great Wall dan BYD juga memperluas jaringan produksinya ke Brasil, sementara BYD membangun fasilitas besar di Hongaria untuk memperkuat kehadirannya di Eropa.

Para analis menilai bahwa investasi awal dan penguasaan rantai pasokan menjadi keunggulan kompetitif yang kuat.

Frank Diana menyebutkan, “Jadi akan terjadi konsolidasi bahkan di tingkat pasar kendaraan listrik, dan Anda akan berakhir dengan 10 hingga 15 pengelola platform yang terdiri dari [produsen peralatan asli dan] perusahaan teknologi besar.”

India Juga Bergerak, Tapi Hadapi Tantangan

Selain Tiongkok, India juga menunjukkan tanda-tanda ekspansi industri otomotif menuju tahun 2030.

Produsen lokal seperti Tata dan Mahindra mulai meningkatkan kapasitas dan menargetkan pasar internasional.

Namun, mereka menghadapi persaingan sengit dari MG Motor milik Tiongkok dan Maruti Suzuki, yang telah meluncurkan sejumlah model baru di pasar domestik India.

Analis Ramakrishnan menyatakan, “Rantai pasokan kendaraan listrik didominasi oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok, rantai pasokan kendaraan listrik India, termasuk komponen elektroniknya, diimpor dari Tiongkok.”

Penulis :
Gerry Eka