Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Otomotif

Michelin Luncurkan Pabrik Global Pertama di Shanghai, Fokus pada Pasar NEV dan Produksi Ramah Lingkungan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Michelin Luncurkan Pabrik Global Pertama di Shanghai, Fokus pada Pasar NEV dan Produksi Ramah Lingkungan
Foto: (Sumber: Sebuah perahu karet kaku berlapis komposit terlihat di stan Michelin di area pameran Automobile dan Smart Mobility dari China International Import Expo (CIIE) kedelapan di Shanghai China timur, 8 November 2025. ANTARA/Xinhua/Wang Xiang.)

Pantau - Michelin Group meresmikan pabrik global pertamanya di Shanghai pada Jumat, 23 Januari 2026, dengan total investasi mencapai 3 miliar yuan atau sekitar 425 juta dolar AS.

Fokus Pasar NEV, Produksi Canggih, dan Ramah Lingkungan

Pabrik baru ini dirancang dengan sistem produksi canggih dan fleksibel untuk melayani pasar kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di China yang tengah berkembang pesat.

Michelin, yang pertama kali memasuki pasar China pada 1980-an, kini menguasai lebih dari 30 persen pangsa pasar ban NEV kelas atas dan menjadi pemasok utama bagi banyak produsen otomotif domestik.

Pabrik ini dilengkapi mesin-mesin terbaru dan dijuluki sebagai "pabrik masa depan", dengan kapasitas produksi satu ban setiap 36 detik dan kemampuan memenuhi pesanan kecil mulai dari 100 ban.

Sekitar 70 persen dari total output pabrik akan dialokasikan khusus untuk ban NEV.

Waktu pemesanan hingga pengiriman juga dipangkas dari 10 hari menjadi hanya 5 hari, seiring dengan peningkatan kapasitas tahunan dari 8,5 juta menjadi 9,5 juta ban.

Integrasi AI dan Energi Terbarukan untuk Produksi Berkelanjutan

Pabrik ini menggabungkan kemampuan manufaktur terdepan dengan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan.

Seluruh operasi dijalankan menggunakan energi terbarukan dan menerapkan praktik ramah lingkungan di seluruh rantai produksi.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga digunakan untuk mengoptimalkan manajemen produksi secara efisien dan presisi.

Presiden dan CEO Michelin China Raya & Mongolia, Matthew Ye, menyatakan bahwa pendirian "pabrik masa depan" ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Michelin terhadap pasar China.

Ia menambahkan bahwa proyek ini mendukung agenda pertumbuhan berkualitas tinggi dan transisi hijau sektor otomotif di negara tersebut.

Penulis :
Gerry Eka