
Pantau - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno akan bertemu dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kunjungan ini merupakan salah satu bentuk penjajakan.
Sandiaga mengatakan, sebenarnya ini masih penjajakan dan untuk pertemuan itu akan dilakukannya pada Selasa besok.
"Kok bisa tahu ya? Ini masih dalam penjajakan," kata Sandiaga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2023).
Lalu Sandiaga mengucapkan mengenai bonus demografi Indonesia, menurutnya, target Indonesia Maju bakal terdampak jika arah pembangunan diubah.
"Dan tentunya saya ingin sekali lagi menggarisbawahi bahwa kita hanya punya waktu sekitar 15 tahun dalam bonus demografi kita. Sehingga kalau kita mengubah arah pembangunan kita maka akan sangat berdampak pada capaian target Indonesia Maju di 2045," ucapnya.
Sandiaga juga ingin mendengar jika ada poin-poin koreksi. Dia ingin adanya kesepakatan dalam membangun Indonesia. "Tapi kalau kita bisa sepakat misalnya ada 1-2 poin tentang koreksi, itu koreksi seperti apa?'' tegasnya.
Kunjungan Sandiago ke PKS hanya untuk menyamakan pikiran, dirinya menolak dan enggan untuk dikaitkan dengan langkah politik.
"Sama sekali ini sebuah upaya untuk mencapai kesamaan pemikiran, jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengambilan keputusan berkaitan dengan langkah ke depan, tetapi," pungkasnya.
Semantara itu, Sandiaga juga menjawab kepastian soal kabar bergabung PPP. Dia mengatakan masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui.
"Seperti minggu lalu yang saya sampaikan di sini, ini akan memasuki tahap tahap selanjutnya, sudah ada pembicaraan dengan wakil ketum PPP tapi masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui kira-kira mungkin satu sampai dua bulan ke depan akan diumumkan," ujar Sandiaga.
Untuk diketahui, Sandiaga sudah pamit dari Gerindra sejak April lalu. Namun sampai saat ini Sandiaga belum memutuskan partai politik tempat pelabuhan selanjutnya.
Sandiaga mengatakan, sebenarnya ini masih penjajakan dan untuk pertemuan itu akan dilakukannya pada Selasa besok.
"Kok bisa tahu ya? Ini masih dalam penjajakan," kata Sandiaga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2023).
Lalu Sandiaga mengucapkan mengenai bonus demografi Indonesia, menurutnya, target Indonesia Maju bakal terdampak jika arah pembangunan diubah.
"Dan tentunya saya ingin sekali lagi menggarisbawahi bahwa kita hanya punya waktu sekitar 15 tahun dalam bonus demografi kita. Sehingga kalau kita mengubah arah pembangunan kita maka akan sangat berdampak pada capaian target Indonesia Maju di 2045," ucapnya.
Sandiaga juga ingin mendengar jika ada poin-poin koreksi. Dia ingin adanya kesepakatan dalam membangun Indonesia. "Tapi kalau kita bisa sepakat misalnya ada 1-2 poin tentang koreksi, itu koreksi seperti apa?'' tegasnya.
Kunjungan Sandiago ke PKS hanya untuk menyamakan pikiran, dirinya menolak dan enggan untuk dikaitkan dengan langkah politik.
"Sama sekali ini sebuah upaya untuk mencapai kesamaan pemikiran, jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengambilan keputusan berkaitan dengan langkah ke depan, tetapi," pungkasnya.
Semantara itu, Sandiaga juga menjawab kepastian soal kabar bergabung PPP. Dia mengatakan masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui.
"Seperti minggu lalu yang saya sampaikan di sini, ini akan memasuki tahap tahap selanjutnya, sudah ada pembicaraan dengan wakil ketum PPP tapi masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui kira-kira mungkin satu sampai dua bulan ke depan akan diumumkan," ujar Sandiaga.
Untuk diketahui, Sandiaga sudah pamit dari Gerindra sejak April lalu. Namun sampai saat ini Sandiaga belum memutuskan partai politik tempat pelabuhan selanjutnya.
- Penulis :
- Sofian Faiq









