
Pantau - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, mendesak pemerintah melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan kebocoran gas di fasilitas penyimpanan bahan kimia milik PT Vopak Terminal Merak di Cilegon, Banten.
DPR Soroti Potensi Ancaman Keselamatan Warga
Chusnunia meminta penjelasan resmi dari pihak perusahaan serta langkah mitigasi yang lebih jelas untuk menjamin keamanan lingkungan, mengingat lokasi pabrik berada dekat dengan permukiman padat penduduk.
Ia menilai penelusuran harus dilakukan untuk memastikan tidak ada paparan zat berbahaya lanjutan yang dapat mengancam keselamatan warga.
"Penanganan insiden seperti ini harus mengacu pada prosedur pengamanan standar untuk industri berisiko tinggi," ungkapnya.
Komisi VII DPR juga meminta agar PT Vopak memberikan edukasi keselamatan kepada pekerja, warga terdampak, dan masyarakat sekitar sebagai bagian dari kepatuhan terhadap regulasi industri.
Insiden Asap Tebal Picu Kepanikan Warga, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas
Insiden terjadi pada Sabtu (31/1/2026) ketika kepulan asap tebal berwarna kuning kecokelatan muncul dan memicu kepanikan warga di sekitar Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kota Cilegon.
Sejumlah warga dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, hingga muntah akibat paparan udara saat kejadian.
Pihak kepolisian menyatakan asap yang muncul bukan berasal dari kebocoran tangki atau pipa, melainkan akibat proses pembersihan pipa.
Namun, Chusnunia menilai penjelasan tersebut tetap perlu disampaikan secara terbuka dan teknis agar tidak menimbulkan kekhawatiran yang lebih luas.
Pemerintah Kota Cilegon memastikan kondisi lingkungan di sekitar tetap dalam keadaan aman.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyampaikan bahwa hasil pengecekan awal tidak menemukan adanya kebocoran pada pipa atau tangki penyimpanan bahan kimia.
Meski demikian, pemantauan tetap dilanjutkan oleh pemerintah kota bersama aparat kepolisian dan pihak perusahaan sebagai bentuk langkah kehati-hatian.
- Penulis :
- Gerry Eka








