Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Prabowo Ingatkan Jajaran Pemerintah Waspada Hadapi Dinamika Global yang Terus Berubah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Prabowo Ingatkan Jajaran Pemerintah Waspada Hadapi Dinamika Global yang Terus Berubah
Foto: (Sumber: Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat pada pembukaan Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (ANTARA/Fathur Rochman).)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan pusat dan daerah agar waspada menghadapi dinamika global yang dinilai berpengaruh langsung terhadap kepentingan nasional Indonesia.

Presiden menekankan pentingnya pemahaman yang utuh terhadap situasi internasional karena Indonesia tidak hidup terpisah dari perkembangan dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.

Kegiatan Rakornas tersebut digelar di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Presiden menyoroti sikap sejumlah negara besar yang dinilai tidak konsisten antara nilai yang diajarkan dan praktik yang dilakukan.

Ia menyebut negara-negara yang mengajarkan demokrasi, hak asasi manusia, supremasi hukum, dan perlindungan lingkungan justru melanggar prinsip-prinsip tersebut.

Presiden menyinggung adanya pembantaian terhadap puluhan ribu warga sipil termasuk perempuan, orang tua, dan anak-anak.

Menurut Presiden, banyak negara memilih diam terhadap peristiwa tersebut sehingga menunjukkan lemahnya penerapan nilai hak asasi manusia dan demokrasi yang selama ini dikampanyekan.

Presiden menegaskan bahwa sejak awal kemerdekaan Indonesia berada di tengah pertarungan kepentingan dan ideologi global.

Ia menilai rivalitas blok besar dan konflik geopolitik terus berlangsung hingga saat ini dan memiliki dampak luas bagi Indonesia.

Presiden mencontohkan perang di Ukraina serta konflik di Gaza, Palestina, yang dinilai berpengaruh langsung terhadap kondisi global dan nasional.

Presiden mengingatkan para pemimpin pemerintahan agar tidak bersikap lugu dalam membaca situasi global serta memahami konteks sejarah dan tantangan bangsa.

Ia menegaskan bahwa konsep Indonesia sebagai negara berdaulat tidak selalu diterima oleh seluruh kekuatan dunia.

Presiden menyebut berbagai tekanan dan tantangan internasional telah berlangsung sejak awal kemerdekaan dan terus berlanjut hingga kini.

Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintahan meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran kolektif terhadap dinamika global sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga kepentingan bangsa dan negara.

Penulis :
Ahmad Yusuf