Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Politik

Great Institute Dukung Kesediaan Prabowo Jadi Mediator Konflik Israel-Iran

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Great Institute Dukung Kesediaan Prabowo Jadi Mediator Konflik Israel-Iran
Foto: (Sumber: Sekjen Gelora Nilai Serangan Israel-AS ke Iran Berpotensi Picu Perang Kawasan.)

Pantau - Direktur Geopolitik GREAT Institute Teguh Santosa mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang menawarkan diri menjadi mediator antara Israel-Amerika Serikat dan Iran di tengah eskalasi konflik kawasan.

Teguh menilai pembicaraan damai AS-Iran yang sebelumnya dilaporkan mengalami kemajuan mendadak terganggu akibat serangan Israel.

“Sayang sekali pembicaraan damai AS-Iran yang sehari sebelumnya dilaporkan mencapai kemajuan berarti mendadak rusak oleh serangan Israel. Ini membuktikan pemerintahan Benjamin Netanyahu punya kepentingan lain yang merugikan perdamaian kawasan juga membahayakan keselamatan warga Israel sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan pembicaraan damai harus terus dilakukan dengan metode dan pendekatan baru termasuk melibatkan Indonesia sebagai mediator.

“Tidak ada yang lebih berharga dari perdamaian kawasan dan keselamatan umat manusia di seluruh dunia. Kami mengapresiasi kesediaan Presiden Prabowo mengajak kita semua terhindar dari kehancuran yang tak terkira,” kata Teguh.

Indonesia Siap Fasilitasi Dialog

Kesediaan Presiden Prabowo menjadi mediator disampaikan Kementerian Luar Negeri melalui akun X @Kemlu_RI.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” demikian pernyataan @Kemlu_RI.

Teguh menilai serangan balasan Iran merupakan upaya menyamakan kedudukan yang dijamin dalam Pasal 51 Piagam PBB dan berharap setelah itu terjadi peredaan konflik serta dimulainya kembali pembicaraan damai.

Sebelumnya, Israel menyerang sejumlah lokasi di Teheran dan Isfahan pada 28 Februari 2026 termasuk fasilitas yang dikaitkan dengan pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei.

Serangan tersebut terjadi di tengah putaran ketiga pembicaraan damai AS-Iran di Jenewa yang dimediasi Oman dan kemudian dibalas Iran dengan serangan ke Tel Aviv serta pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.

Penulis :
Gerry Eka