HOME  ⁄  Sepakbola

Bayern Muenchen Kirim Pesan Toleransi, Sepak Bola Jerman Jadi Garda Depan Lawan Intoleransi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bayern Muenchen Kirim Pesan Toleransi, Sepak Bola Jerman Jadi Garda Depan Lawan Intoleransi
Foto: (Sumber : Pesepak bola Bayern Muenchen merayakan kemenangan atas Real Madrid usai pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Rabu (15/4/2026) waktu setempat. Bayern Muenchen lolos ke semifinal Liga Champions seusai menaklukkan Real Madrid 4-3 dan unggul agregat 6-4 atas Real Madrid. ANTARA FOTO/Anadolu Agency/Halil/tom..)

Pantau - Bayern Muenchen menjadi simbol perlawanan terhadap intoleransi di Jerman dengan langkah strategis menunjuk Vincent Kompany sebagai pelatih kepala pada 2024 di tengah menguatnya ideologi ekstrem kanan di negara tersebut.

Fenomena meningkatnya pengaruh kelompok kanan jauh di Jerman terlihat dari bertambahnya kursi Partai Alternatif Jerman (AfD) di parlemen, yang memicu kekhawatiran publik terhadap meningkatnya sikap rasis, xenofobia, dan intoleransi.

Di tengah kondisi tersebut, berbagai elemen masyarakat Jerman melakukan perlawanan, mulai dari demonstrasi besar hingga gerakan sosial di berbagai sektor, termasuk dunia olahraga.

Sepak Bola Jadi Ruang Perlawanan

Bundesliga sebagai kompetisi tertinggi sepak bola Jerman menjadi salah satu ruang penting dalam melawan intoleransi melalui nilai keberagaman dan inklusivitas.

Bayern Muenchen mengambil langkah besar dengan menunjuk Vincent Kompany yang menjadi pelatih kulit hitam pertama dalam sejarah klub dan Bundesliga.

“Dengan memilih Kompany, mereka memberi pesan kepada rakyat Jerman, bahwa masyarakat madani, toleransi, dan keberagaman, tetap dijunjung tinggi di Jerman,” demikian disebut dalam laporan tersebut.

Langkah ini dinilai sebagai simbol kuat bahwa sepak bola tidak hanya soal prestasi, tetapi juga sarana menyuarakan nilai sosial.

Latar Belakang Politik dan Sosial

Kanan jauh di Jerman mulai bangkit kembali setelah lama terpinggirkan pasca-Perang Dunia II, hingga akhirnya masuk ke arus utama politik melalui AfD sejak Pemilu 2017.

Saat ini, AfD memiliki sekitar 150 kursi di Bundestag dan menjadi kekuatan oposisi signifikan yang menantang koalisi pemerintahan pimpinan Kanselir Friedrich Merz.

Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk terus memperkuat nilai demokrasi dan keberagaman di tengah meningkatnya polarisasi sosial.

Selain Kompany, pelatih seperti Daniel Thioune sebelumnya juga telah lebih dulu menjadi representasi keberagaman di sepak bola Jerman meski berkarier di kasta kedua.

Penulis :
Ahmad Yusuf