Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Bikin Jajak Pendapat Mundur dari CEO Twitter, Elon Musk Lagi Galau?

Oleh Fadly Zikry
SHARE   :

Bikin Jajak Pendapat Mundur dari CEO Twitter, Elon Musk Lagi Galau?
Pantau - Elon Musk meluncurkan jajak pendapat di platform media sosial miliknya twitter. Jajak pendapat itu berisi pertanyaan kepada para pengguna apakah dia harus mundur sebagai CEO twitter.

Pada pukul 05.57 (waktu setempat), hampir 12 juta pengguna telah berpartisipasi dalam jajak pendapat tersebut. 56,3 persen responden mendukung Musk untuk mengundurkan diri, dengan sisa waktu sekitar lima jam sebelum jajak pendapat ditutup pada Senin (19/12/2022).

Miliarder itu tidak memberikan perincian kapan dia akan mundur jika hasil jajak pendapat mengatakan dia harus mundur.

Pada November, Musk mengatakan kepada pengadilan Delaware bahwa dia akan mengurangi waktunya di Twitter dan kemudian menemukan pemimpin baru untuk menjalankan perusahaan.

Jajak pendapat tersebut dilakukan setelah pembaruan kebijakan Twitter pada Minggu (18/12/2022), yang melarang akun yang dibuat semata-mata untuk tujuan mempromosikan perusahaan media sosial lain dan konten yang berisi tautan atau nama pengguna untuk platform saingan.

Beberapa menit sebelum jajak pendapat itu, Musk meminta maaf dan membuat cuitan, "Nanti, akan ada pemungutan suara untuk perubahan kebijakan besar."

Beberapa jam kemudian, akun Twitter resmi memulai jajak pendapat terpisah yang menanyakan pengguna apakah platform tersebut harus memiliki kebijakan yang mencegah akun yang mengiklankan platform media sosial lainnya di Twitter.

Pekan lalu, Twitter membubarkan Dewan Kepercayaan dan Keamanannya, sebuah kelompok sukarelawan yang dibentuk pada 2016 untuk memberi nasihat kepada platform media sosial tentang keputusan terhadap situs.

Perubahan kebijakan itu terjadi setelah adanya sejumlah tindakan kacau lainnya di Twitter sejak Musk, yang juga CEO Tesla, membeli jejaring sosial tersebut. Dia memecat manajemen puncak dan memberhentikan sekitar setengah dari tenaga kerjanya.

Selain itu, Musk juga menjual sahamnya di Tesla untuk membiayai twitter. Total saham yang telah dijual Musk senilai Rp357 triliun.
Penulis :
Fadly Zikry