Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Era Baru Bedah Robotik Dimulai di Indonesia, Dorong Pemerataan Layanan dan Transformasi Kesehatan Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Era Baru Bedah Robotik Dimulai di Indonesia, Dorong Pemerataan Layanan dan Transformasi Kesehatan Nasional
Foto: (Sumber: The first robotic surgery diluncurkan di Jakarta, belum lama ini, menandai era baru bedah robotik di tanah air. ANTARA/HO-MMC..)

Pantau - Indonesia resmi memasuki era baru layanan bedah presisi dengan peluncuran The First Robotic Surgery di Jakarta, sebagai bagian dari upaya menghadirkan sistem kesehatan yang lebih aman, efisien, dan manusiawi di tengah meningkatnya kasus penyakit degeneratif yang kompleks.

Transformasi ini ditandai dengan pengenalan Robotic Tele-Surgical System, teknologi bedah generasi terbaru yang menjawab keterbatasan akses, risiko medis, dan distribusi layanan kesehatan khususnya di wilayah terpencil.

Teknologi ini menjadi bukti bahwa bedah robotik dan telesurgery bukan sekadar simbol kecanggihan, melainkan solusi konkret terhadap tuntutan masyarakat modern akan pelayanan kesehatan berbasis kualitas hidup.

Presisi Tinggi dan Pendekatan Berpusat pada Pasien

Robotic Tele-Surgical System menawarkan visualisasi 3D berdefinisi tinggi dan presisi hingga sub-milimeter.

Instrumen robotik yang lebih fleksibel dari tangan manusia memungkinkan sayatan yang lebih kecil, meminimalkan kerusakan jaringan sehat, serta mengurangi risiko perdarahan, infeksi, dan komplikasi.

Pendekatan ini diyakini dapat mempercepat pemulihan pasien, mengurangi durasi rawat inap, dan memberikan pengalaman perawatan yang lebih nyaman dan manusiawi.

“Pasien sekarang tidak hanya mengejar kesembuhan, tetapi juga pemulihan yang nyaman,” ujar dr Isnindyarti, MKM, Direktur Utama RS MMC.

Ia menekankan bahwa teknologi ini menggeser paradigma layanan dari yang berbasis fasilitas menjadi berbasis hasil dan pengalaman pasien.

“Keahlian dokter bisa ‘didekatkan’ ke pasien melalui sistem robotik. Ini sangat relevan untuk negara kepulauan seperti Indonesia,” tambahnya.

Solusi Akses Medis dan Pemerataan Kesehatan Nasional

Sistem kesehatan Indonesia masih menghadapi tantangan distribusi dokter subspesialis yang tidak merata.

Dalam konteks ini, telesurgery hadir bukan untuk menggantikan dokter, melainkan memperluas jangkauan keahliannya.

Teknologi ini juga membuka ruang kolaborasi lintas wilayah, mendekatkan pasien di daerah terpencil ke pusat-pusat layanan medis unggulan tanpa perlu bepergian jauh.

Dalam demonstrasi live surgery, dr Febiansyah Ibrahim dan dr Caroline Supit menampilkan langsung proses bedah robotik, disusul diskusi panel yang dihadiri Prof dr Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid dan dr Gerhard Reinaldi Situmorang.

Teknologi ini menjadi bagian dari ekosistem pelatihan, peningkatan keahlian, serta kolaborasi profesional yang lebih luas.

Namun demikian, sejumlah pertanyaan penting mengemuka.

Bagaimana menjamin akses teknologi ini tidak hanya dinikmati kalangan tertentu?

Apakah kesiapan infrastruktur digital, keamanan data, dan regulasi sudah cukup mendukung praktik telesurgery lintas wilayah?

Pertanyaan-pertanyaan ini menegaskan bahwa inovasi bedah robotik perlu ditempatkan dalam kerangka kebijakan publik yang inklusif dan berpihak pada pemerataan.

Bedah Robotik sebagai Pilar Transformasi Kesehatan

Teknologi robotik dinilai mampu mengurangi “biaya tak terlihat” dalam layanan kesehatan seperti biaya perjalanan, waktu, dan keterpisahan dari keluarga pasien.

Untuk itu, strategi pembiayaan yang adil sangat dibutuhkan, termasuk dukungan dari skema asuransi dan regulasi tarif yang tepat.

“Bedah robotik bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari transformasi kesehatan jangka panjang,” tegas narasumber dalam diskusi.

Keberhasilan inovasi ini bergantung pada pelatihan tenaga medis lokal, penguatan regulasi, serta komitmen terhadap prinsip keadilan sosial.

Hadirnya mitra teknologi internasional seperti Toumai juga memperkuat standar global dan transfer pengetahuan dalam sistem bedah modern di Indonesia.

Jika dimanfaatkan secara merata dan bijak, bedah robotik dan telesurgery berpotensi menjadi jembatan nyata menuju sistem kesehatan nasional yang lebih adil, modern, dan manusiawi.

Penulis :
Ahmad Yusuf