
Pantau - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Xuzhou Medical University di Provinsi Jiangsu, China, menyepakati pembentukan Laboratorium Bersama China Indonesia untuk Kedokteran Digital dan Kesehatan Proaktif guna memperkuat transformasi sistem kesehatan nasional.
Kesepakatan Kerja Sama Kesehatan Digital
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Memorandum of Agreement antara Kementerian Kesehatan dan Xuzhou Medical University.
Penandatanganan dan kesepakatan kerja sama ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Benjamin Paulus Octavius.
Wakil Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan sistem kesehatan digital dan penerapan kecerdasan buatan medis.
Kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan kualitas serta memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Pembentukan laboratorium bersama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok.
Nota Kesepahaman di bidang kesehatan dan standardisasi medis tersebut ditandatangani pada 9 November 2024 di Beijing.
Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping.
Fokus Riset, Alih Teknologi, dan Penguatan Nasional
Benjamin Paulus Octavius melakukan kunjungan kerja ke China pada 15 hingga 18 Januari 2026.
Agenda kunjungan mencakup tiga kota yakni Xuzhou di Provinsi Jiangsu, Hefei di Provinsi Anhui, dan Hangzhou di Provinsi Zhejiang.
Kunjungan kerja tersebut bertujuan memperkuat kerja sama internasional di bidang kesehatan.
Fokus kerja sama meliputi riset dan penelitian laboratorium, pengembangan sistem informasi kesehatan, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan medis.
Bidang pendidikan, pengembangan fasilitas kesehatan, dan standardisasi industri alat kesehatan juga menjadi bagian dari agenda kerja sama bilateral.
Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional melalui penguatan riset dan teknologi digital.
Pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan agar aman, terstandar, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam rangkaian kunjungan kerja, delegasi Indonesia meninjau langsung penerapan kecerdasan buatan dalam layanan kesehatan primer.
Delegasi juga meninjau pengembangan alat diagnostik tuberkulosis berbasis Tes Cepat Molekuler.
Pemerintah Indonesia mendorong terjadinya alih teknologi dan penguatan industri alat kesehatan dalam negeri.
Rencana pengembangan fasilitas produksi Tes Cepat Molekuler di Indonesia turut menjadi bagian dari pembahasan kerja sama.
Wakil Menteri Kesehatan menegaskan bahwa seluruh kerja sama internasional di bidang kesehatan mengedepankan prinsip alih teknologi, penguatan kapasitas nasional, serta perlindungan dan kedaulatan data kesehatan.
Kunjungan kerja ini diharapkan membangun fondasi kerja sama Indonesia dan China yang berkelanjutan.
Kerja sama berkelanjutan tersebut diarahkan pada pengembangan inovasi kesehatan berbasis teknologi digital dan penguatan kapasitas riset nasional.
Penguatan riset nasional ditujukan untuk mendukung prioritas pembangunan kesehatan, termasuk percepatan pengentasan tuberkulosis dan penguatan layanan kesehatan primer.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







