Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Galactic Energy Selesaikan Uji Sistem Mesin untuk Roket PALLAS-2 yang Dapat Digunakan Kembali

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Galactic Energy Selesaikan Uji Sistem Mesin untuk Roket PALLAS-2 yang Dapat Digunakan Kembali
Foto: (Sumber: Roket pengangkut Long March-5B yang membawa sekelompok satelit orbit rendah Bumi lepas landas dari Situs Peluncuran Antariksa Wenchang di Provinsi Hainan, China (13/8/2025). ANTARA/Xinhua/Guo Cheng/aa..)

Pantau - Galactic Energy, pengembang roket komersial yang berbasis di Beijing, baru-baru ini menyelesaikan uji sistem mesin untuk roket besar yang dapat digunakan kembali, PALLAS-2. Uji coba ini bertujuan untuk memverifikasi desain, manufaktur, dan integrasi mesin roket CQ-90 yang akan digunakan pada roket tersebut.

Hasil Uji Mesin CQ-90

Dalam uji coba yang dilaporkan oleh Science and Technology Daily pada Selasa, mesin CQ-90 menunjukkan performa yang memuaskan:

  • Mesin berhasil dinyalakan dengan mulus.
  • Mesin beroperasi secara stabil dengan nyala api yang terlihat jelas.
  • Mesin berhenti dengan normal.

Data hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh parameter kinerja mesin telah memenuhi spesifikasi desain, dengan efisiensi pembakaran yang mencapai lebih dari 96 persen. Mesin CQ-90 menggunakan bahan bakar oksigen cair dan kerosin.

Fitur Mesin CQ-90

Mesin CQ-90 adalah peningkatan dari mesin sebelumnya, CQ-50, dan dilengkapi dengan beberapa fitur unggulan:

  • Kemampuan ayun dua arah hingga 6 derajat.
  • Dapat dinyalakan berulang kali.
  • Memiliki daya dorong variabel dalam rentang yang luas.

Konfigurasi Roket PALLAS-2

Roket PALLAS-2 memiliki diameter 4,5 meter dan tersedia dalam dua konfigurasi utama:

a. Konfigurasi dasar:

  • Massa lepas landas sekitar 757 ton.
  • Daya dorong lepas landas sekitar 910 ton.
  • Kapasitas muatan ke orbit rendah Bumi (LEO) sebesar 20 ton.

b. Konfigurasi dengan strap-on booster:

  • Massa lepas landas sekitar 1.950 ton.
  • Daya dorong lepas landas sekitar 2.730 ton.
  • Kapasitas muatan ke LEO sebesar 58 ton.

 

Penulis :
Ahmad Yusuf