Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Hindari Persidangan, TikTok Capai Kesepakatan dalam Gugatan Kecanduan Media Sosial

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Hindari Persidangan, TikTok Capai Kesepakatan dalam Gugatan Kecanduan Media Sosial
Foto: (Sumber: Arsip foto - Foto yang diambil pada 21 Agustus 2020 ini menunjukkan logo Kantor TikTok Los Angeles di Culver City, Los Angeles County, Amerika Serikat. (ANTARA/Xinhua/pri.).)

Pantau - TikTok dilaporkan telah mencapai kesepakatan dalam gugatan hukum terkait dugaan kecanduan media sosial, sehingga terhindar dari proses persidangan yang semula dijadwalkan memulai tahap pemilihan juri pada Selasa, 27 Januari 2026.

Dikutip dari Engadget pada Rabu, ketentuan dari kesepakatan tersebut tidak diumumkan ke publik.

Kesepakatan ini dicapai sekitar satu minggu setelah Snap juga menyelesaikan perkara dalam kasus serupa, menandai tren penyelesaian di luar pengadilan oleh perusahaan media sosial besar.

Meta dan YouTube Tetap Hadapi Persidangan

Dengan penyelesaian tersebut, TikTok dan Snap tidak lagi menjadi pihak yang bersidang dalam kasus ini, namun proses persidangan di Los Angeles tetap akan berlanjut dengan Meta dan YouTube sebagai tergugat yang tersisa.

Penyelesaian di luar pengadilan tidak berarti pengakuan atas tuduhan, tetapi merupakan kesepakatan antara perusahaan dan pihak penggugat untuk menghindari proses hukum terbuka.

Gugatan ini diajukan oleh seorang penggugat berusia 19 tahun dengan inisial K.G.M, yang menuduh bahwa TikTok, Meta, Snap, dan YouTube secara sengaja merancang platform digital yang bersifat adiktif.

Ia mengklaim bahwa paparan terhadap platform-platform tersebut saat masih anak-anak telah menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan dan kesejahteraannya.

Pengacara penggugat, Mark Lanier, menyambut baik penyelesaian dari TikTok dan Snap dan menyebutnya sebagai "penyelesaian yang baik".

Zuckerberg dan Mohan Diperkirakan Akan Bersaksi

Dalam proses prapersidangan, hakim telah memerintahkan agar sejumlah eksekutif dari perusahaan-perusahaan besar media sosial memberikan kesaksian.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, dan pimpinan YouTube, Neal Mohan, diperkirakan akan memberikan kesaksian secara langsung di pengadilan.

Kesaksian dari para pimpinan perusahaan ini dinilai akan menjadi acuan penting dalam penanganan puluhan gugatan serupa terhadap platform media sosial lainnya.

Gugatan ini merupakan kasus pertama dari serangkaian perkara besar terhadap perusahaan media sosial yang dijadwalkan memasuki tahap persidangan sepanjang tahun 2026.

Selain itu, Meta dijadwalkan menghadapi persidangan terpisah di New Mexico pada awal Februari 2026 terkait dampak buruk platform terhadap anak-anak.

Sementara itu, TikTok dan Snap dilaporkan masih menghadapi lebih dari selusin gugatan serupa di pengadilan California sepanjang tahun ini.

Penulis :
Aditya Yohan