
Pantau - SpaceX, perusahaan penerbangan luar angkasa milik Elon Musk, mengumumkan telah mengakuisisi startup kecerdasan buatan xAI dengan tujuan membangun pusat data di luar angkasa.
Strategi Penggabungan SpaceX dan xAI
Informasi akuisisi tersebut dilansir Tech Crunch pada Senin dan menciptakan entitas gabungan yang disebut menjadi perusahaan swasta dengan nilai tertinggi di dunia.
CEO SpaceX Elon Musk yang juga pendiri xAI menyampaikan melalui memo di situs resmi perusahaan bahwa penggabungan ini bertujuan menjawab kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan.
Elon Musk menilai pengembangan AI saat ini sangat bergantung pada pusat data besar berbasis daratan.
Pusat data darat membutuhkan konsumsi listrik dan sistem pendingin yang sangat besar.
Menurut Elon Musk, permintaan listrik global untuk AI tidak dapat dipenuhi dalam waktu dekat apabila hanya mengandalkan solusi di daratan tanpa membebani komunitas dan lingkungan.
Nilai gabungan SpaceX dan xAI diperkirakan mencapai sekitar 1,25 triliun dolar Amerika Serikat atau setara Rp20,97 kuadriliun.
Dampak Akuisisi dan Arah Bisnis
SpaceX sebelumnya dilaporkan tengah bersiap melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering paling cepat pada Juni 2026.
Belum terdapat kepastian apakah akuisisi xAI akan memengaruhi rencana IPO SpaceX tersebut.
Meski sama-sama dimiliki Elon Musk, SpaceX dan xAI memiliki tantangan keuangan yang berbeda.
xAI dilaporkan menghabiskan dana sekitar 1 miliar dolar Amerika Serikat per bulan.
Sementara itu, SpaceX memperoleh sebagian besar pendapatannya dari layanan peluncuran satelit Starlink.
Akuisisi xAI disebut sebagai bagian dari strategi besar Elon Musk untuk menggabungkan berbagai lini bisnisnya.
Sebelumnya, xAI juga telah mengakuisisi platform media sosial X.
Elon Musk mengklaim nilai gabungan perusahaan setelah akuisisi X mencapai 113 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,89 kuadriliun.
Untuk mewujudkan pusat data di luar angkasa, Elon Musk menyatakan dibutuhkan aliran satelit yang konstan.
Aliran satelit tersebut diharapkan dapat memastikan SpaceX memiliki sumber pendapatan berkelanjutan di masa depan.
Dalam waktu dekat, SpaceX tetap berfokus pada pengujian roket Starship untuk misi ke Bulan dan Mars.
Sementara itu, xAI akan tetap fokus bersaing dengan perusahaan kecerdasan buatan besar seperti Google dan OpenAI.
- Penulis :
- Aditya Yohan







