
Pantau - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan pentingnya perlindungan data masyarakat Indonesia di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang memanfaatkan data sebagai fondasi utama.
Ia menyatakan bahwa data dan konten digital masyarakat Indonesia menjadi fondasi penting dalam pengembangan AI global sehingga negara harus memastikan hak serta nilai ekonomi dari data tersebut tidak hilang.
Nezar menilai data tidak lagi sekadar informasi pribadi, melainkan telah menjadi bahan baku utama kecerdasan buatan yang diproses menjadi model bisnis dan model AI bernilai tinggi.
Aktivitas digital seperti lokasi, percakapan, dan unggahan media sosial disebut sebagai jejak yang dikumpulkan dan diolah dalam skala besar.
Data dan Konten Jadi Bahan Latih AI
Nezar menyampaikan, “Platform global seperti Google, Meta, dan TikTok mengumpulkan dan mengolah data dalam skala besar. Data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi berbasis big data dan kecerdasan buatan,”.
Ia mengingatkan bahwa persoalan tidak berhenti pada perlindungan data pribadi karena konten publik seperti karya jurnalistik dan tulisan akademik juga berpotensi digunakan untuk melatih mesin AI tanpa mekanisme yang adil.
Nezar mencontohkan langkah The New York Times yang membatasi akses kontennya karena digunakan untuk melatih sistem AI seperti OpenAI.
Menurutnya, sengketa tersebut menunjukkan bahwa gaya penulisan dan konten berita memiliki nilai ekonomi serta hak kekayaan intelektual.
Nezar menegaskan, “Jika tidak diatur, karya jurnalis, akademisi, dan kreator Indonesia bisa menjadi bahan latih AI global tanpa kesepakatan yang jelas. Nilai tambahnya dinikmati pihak lain,”.
Regulasi dan Ketahanan Siber Jadi Prioritas
Kementerian Komunikasi dan Digital kini meninjau kembali kerangka regulasi nasional agar mampu menjawab tantangan teknologi baru termasuk AI.
Pemerintah juga mempelajari praktik tata kelola data dari Uni Eropa yang menempatkan perlindungan hak warga negara sebagai prioritas.
Selain kedaulatan data, Nezar menekankan pentingnya ketahanan siber untuk melindungi arsitektur digital nasional dari ancaman siber.
Ia menyampaikan, “Negara yang mampu mengelola dan mengendalikan data akan memiliki posisi tawar lebih kuat dalam ekonomi digital global. Kita tidak boleh hanya menjadi pasar. Kita harus memastikan data warga negara memberi manfaat nyata bagi bangsa,”.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







