Pantau Flash
FBI Turun Tangan Selidiki Ledakan Beirut
Anggaran Kemenkes dalam RAPBN 2021 Naik Jadi Rp84,3 Triliun
32 Kawasan Khusus Pesepeda di Jakarta Ditiadakan Mulai 16 Agustus 2020
Bio Farma Soal Vaksin Rusia: Tidak Mengikuti Kaidah Ilmiah untuk Registrasi
Sebanyak 38 Orang di DPRD Jawa Barat Terinfeksi COVID-19

2 Program Ini Harus Jadi Fokus Presiden Jokowi

 2 Program Ini Harus Jadi Fokus Presiden Jokowi Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)

Pantau.com - Pemerintah telah memberikan stimulus program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebesar Rp123,4 triliun.

Dari total anggaran tersebut, pemerintah membaginya menjadi tujuh program, antara lain subsidi bunga Rp35,2 triliun, penempatan dana restrukturisasi Rp78,7 triliun, belanja IJP Rp5 triliun, penjaminan modal kerja (stop loss) Rp1 triliun, PPh final UMKM Rp2,4 triliun, pembiayaan investasi kepada koperasi melalui LPDB Kemenkop UKM Rp1 triliun.

Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Anggaran Korporasi Belum Terserap

Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad, dari tujuh program itu terdapat dua stimulus yang harus menjadi prioritas pemerintah untuk kembali membangkitkan UMKM di tengah krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19. Adalah subsidi bunga dan PPh final UMKM.

"Subsidi bunga itu harus segera diberikan. Kedua, PPh final itu juga diberikan cepat," kata Tauhid, Jumat (3/7/2020).

Baca juga: Menkeu: Penempatan Uang Negara di Bank Mitra Percepat Pemulihan Ekonomi

Menurutnya, kondisi penjualan pengusahan UMKM kini sedang alami pelesuan, sehingga perlu mendapat relaksasi dalam membayar bunga pada tanggungan kreditnya di bank. "Ketimbang dana likuidasi, bantuan modal dan pembiayaan koperasi, dua itu lebih efektif," ujarnya.

Melihat situasi pandemi yang belum diketahui akan berakhir kapan, kata dia, pelaku UMKM belum berani untuk mengambil modal tambahan dari pinjaman perbankan. "Sebagian UMKM ini tidak berani untuk lakukan pinjaman modal untuk nambah likuiditas. Jadi ada problem yang akhirnya akan kesulitan,"pungkasnya. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: