Pantau Flash
Alami Komplikasi Akibat Korona, Bintang 'Star Wars' Meninggal Dunia
Peneliti Indonesia Ikut Riset Gabungan Temuan Obat Covid-19 di Bawah WHO
Presiden Jokowi: Pemerintah dengan BI dan OJK Optimalkan Kebijakan Moneter
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk
Seluruh Atlet PBSI Negatif COVID-19 Usai Jalani Rapid Test

Bulog Ditugaskan Jaga Ketersediaan Beras dan Daging

Bulog Ditugaskan Jaga Ketersediaan Beras dan Daging Penjual Daging. (Foto: Antara)

Pantau.com - Kementerian Perdagangan menugaskan Bulog untuk menjaga ketersediaan beras dan daging sapi, di tengah pandemi virus Korona (COVID-19).

"Kementerian Perdagangan menugaskan perum Bulog untuk menjaga ketersediaan pasokan dan harga beras sampai akhir Desember," kata Direktur Jenderal Perdagangan Kemendag Suhanto melalui konferensi pers via video yang dipantau di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Suhanto menyatakan Bulog telah bekerja sama dengan retail modern di seluruh Indonesia, sehingga beras medium produksi Bulog dapat ditemukan di retail-retail yang umumnya sudah ada di kota maupun kabupaten di seluruh Indonesia.

Baca juga: Bulog Pastikan Stok Beras Aman Selama Masa Penanganan Korona

"Langkah Kemendag dan Perum Bulog lainnya adalah menyediakan KPSH (Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga), atau biasa disebut operasi pasar beras medium sepanjang tahun," tuturnya.

Selain beras, komoditas penting lain yang menjadi perhatian pemerintah adalah daging sapi, terlebih menjelang bulan Ramadhan 2020.

Suhanto mengatakan pihaknya telah menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Bulog untuk mengimpor 170 ton daging kerbau. Untuk memudahkan upaya tersebut, Bulog telah mengeluarkan izin impornya.

Dengan demikian, diharapkan sebelum bulan Ramadhan yang akan jatuh pada 23 April, daging tersebut sudah dapat ditemukan di pasaran.

Baca juga: Bulog Dapat Jatah Impor Gula 29.750 Ton

Terkait ketersediaan Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) secara umum, Suhanto menegaskan pemerintah siap dan akan selalu menyediakan bahan yang diperlukan masyarakat.

"Mohon masyarakat tenang, jangan membeli berlebihan, belilah sesuai kebutuhan, dengan demikian akan terjadi keseimbangan pasokan dan permintaan di lapangan," tukasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: