Pantau Flash
Perusahaan Asuransi Mendata Klaim Banjir Jakarta
Kapal Berkecepatan 40 Knot Disiagakan TNI di Pulau Sebaru Jaga WNI
Yasonna Sebut Telah Kantongi Nama Dirjen PAS Baru
Mahfud MD: Tidak Ada Kontradiksi Agama dan Pancasila!
Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar Positif Terinfeksi Korona

Daftar 5 Orang Terkaya di Indonesia Sebelum Merdeka

Daftar 5 Orang Terkaya di Indonesia Sebelum Merdeka Ilustrasi emas. (Foto: Bloomberg)

Pantau.com - Dalam benak banyak orang, sebelum Indonesia merdeka masyarakat kala itu hidup susah. Betapa tidak, di bawah penindasan Belanda dan Jepang, seluruh sumber daya dikuras. Akan tetapi, ternyata ada lho orang Indonesia yang sukses dan kaya di masa itu. Bahkan mereka “melahirkan” sebuah generasi sukses di masa depan.

Baca juga: Negara Terkaya di Dunia

5 Orang terkaya di Indonesia sebelum merdeka

Lantas siapa saja orang terkaya Indonesia di zaman sebelum merdeka? Mungkin bisa menginspirasi sobat Pantau agar bisa sukses nantinya.

1. Nitisemito

Nitisemito. (Foto: Istimewa)

Nitisemito merupakan salah satu pengusaha sukses negeri ini, ia menjadi pelopor industri kretek. Kebanyakan orang di zaman Nitisemito lebih terbiasa menginang. 

Nah, keahlian istri Nitisemito yang bernama Nasilah jadi terobosan baru buat kebiasaan tersebut. Mereka pun membuat rokok kretek yang kemudian dipasarkan di wilayah Jawa sampai dengan Sumatera, dan hingga ke Indonesia timur.

Produk rokok kretek tersebut diberi nama Tjap Bulatan Tiga. Lewat produknya itu Nitisemito berhasil mendirikan pabrik yang bisa menampung ribuan pekerja pribumi.

Baca juga: Dibuat di Balik Jeruji, Begini Kisah Desainer Second Chance Charity Run

2. Abdul Gani

Abdul Gani. (Foto: Padangkita.com)

Abdul Gani Rajo Mangkuto lahir pada tahun 1817. Pria asal Koto Gadang tersebut dikenal sebagai pengusaha terkaya di Sumatera Tengah pada masa penjajahan Hindia Belanda.

Meski dikenal sebagai pengusaha besar, Abdul Gani bekerja sebagai pembantu pejabat Hindia Belanda, Steinmetz. Pejabat tersebut sangat peduli terhadap pendidikan. Karena itu, Abdul Gani di sekolahkan di sekolah negeri.

Abdul Gani merupakan siswa paling cerdas. Bahkan, dia berkarier di dunia pendidikan sebagai pengajar sebelum terjun menjadi pengusaha. Sebagai pengusaha, ia mampu bersaing dengan pengusaha asal Belanda dan Tiongkok.

Strategi Abdul Gani adalah mampu melihat potensi dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Kala itu, dirinya mencoba bisnis kopi yang memang di Indonesia sangat subur. Kemudian, dia pun berekspansi ke bisnis jasa pemberangkatan haji ke Tanah Mekkah.

3. Tasripin


Keluarga Tasripin. (Foto: wikipedia)

Tasripin menjadi salah satu orang terkaya Indonesia zaman dulu. Pria ini berasal dari Jawa Tengah. Saat itu, dia berfokus sebagai pengusaha sepatu kulit. 

Yap, sepatu kulit produksinya diekspor ke Belanda. Selain menjadi pengusaha sukses, Tasripin juga dikenal sebagai “tuan tanah”. 

Salah satu tanah yang dia miliki di daerah Jalan MT. Haryono Semarang dijadikan masjid yang sampai sekarang masih berdiri kokoh. Masjid tersebut diberi nama At-Taqwa, namun lebih sering dipanggil sebagai Masjid Tasripin.

Dari Tasripin, kita belajar bahwa bisnis ekspor telah terbukti menghasilkan 'cuan' dari zaman dulu. Apalagi Tasripin jeli melihat pasar saat itu yang memang didominasi oleh orang-orang Belanda.

Baca juga: Tersedu-sedu, Komika Abdur Arsyad Cerita Ketakutannya pada Kematian

4. Samanhudi

Samanhudi. (Foto: Istimewa)

Samanhudi lahir Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah pada tahun 1868. Tokoh ini membangun Sarekat Dagang Islam yang merupakan cikal-bakal gerakan kemerdekaan Nusantara.

Samanhudi berkarier sebagai pengusaha batik. Pada usia 20 tahun, ia sudah memulai usaha tersebut dan berhasil mengumpulkan total kekayaan 800 Gulden atau setara Rp6 jutaan.

5. HM. Sulchan

HM. Sulchan. (Foto: Istimewa)

HM. Sulchan lahir di tahun 1910 di Demak, Jawa Tengah. Sedari kecil ia terbiasa hidup susah, dengan berjualan air bersih, gorengan, dan menjadi pembantu di pabrik beras milik orang Jepang.

Meski bukan berasal dari golongan orang kaya, Sulchan tidak berpasrah begitu saja. Justru pengalaman di masa muda menjadi modal untuknya memulai usaha sendiri. 

Hasilnya, Sulchan memiliki beberapa perusahaan dan hotel. Salah satu hotel yang dia bangun bernama Hotel Sky Garden Gombel, Semarang. Sayang, kini hotel tersebut telah tutup.

Sulchan menjadi contoh bahwa siapapun bisa meraih kemerdekaan finansial. Apapun latar belakangnya, terpenting adalah mau berusaha dan tidak pasrah dengan keadaan.


Tim Pantau
Sumber Berita
Dari berbagai sumber
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZS
Category
Ekonomi

Berita Terkait: