Pantau Flash
Upacara Tetap Digelar di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020
Presiden Jokowi Kaji Prioritas Usulan 245 Proyek Strategis Nasional Baru
Usai PSBB, Terbitlah Pusat Perbelanjaan Kota Malang
Indonesia Kecam Rencana Aneksasi Israel Terhadap Palestina
Welcome New Normal: Penumpang KRL Dilarang Bicara dan Telepon

Dorong Daya Beli Masyarakat, Bank Mandiri Gratiskan Isi Saldo GoPay

Dorong Daya Beli Masyarakat, Bank Mandiri Gratiskan Isi Saldo GoPay GoPay. (Foto: Antara)

Pantau.com - Bank Mandiri menggratiskan biaya isi saldo GoPay melalui kanal elektronik. Langkah ini dilakukan demi mendorong daya beli masyarakat di tengah tantangan wabah COVID-19.

"Ini merupakan kolaborasi kami dan Gojek untuk meningkatkan daya beli masyarakat agar menggerakkan roda perekonomian nasional, di tengah tantangan penurunan konsumsi masyarakat akibat COVID-19," kata SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Menurutnya, pembebasan biaya tersebut akan dilakukan dengan skema uang kembali atau cashback di akun GoPay pengguna berlaku hingga 31 Mei 2020.

Baca juga: Chatib Basri Jadi Komut, Berikut Susunan Direksi dan Komisaris Bank Mandiri

Nantinya, pengguna yang mengisi GoPay melalui layanan elektronik Bank Mandiri, termasuk Mandiri Online, akan mendapat cashback yang diberikan langsung di akun masing-masing pengguna.

Pemanfaatan aplikasi ojek dalam jaringan, Gojek, lanjut Thomas, dapat menjadi katup penyelamat ekonomi Indonesia yang masih mengandalkan konsumsi rumah tangga. Pasalnya, aplikasi Gojek dapat mendukung aktivitas transportasi, layanan jasa, maupun kegiatan belanja masyarakat secara digital.

Untuk memudahkan pengguna aplikasi itu dalam melakukan isi saldo ojek daring, bank BUMN itu juga telah mengembangkan layanan kanal elektronik yang dapat diakses dengan Mandiri Online dan anjungan tunai mandiri (ATM).

Baca juga: 4 Cara Top Up Saldo Gopay Anti Ribet-ribet Club

Layanan Mandiri Online, kata dia, saat ini telah digunakan oleh lebih dari 4,9 Juta nasabah dengan frekuensi transaksi sebesar 394 Juta dengan total nilai Rp748 triliun pada 2019 lalu, sebanyak 6,8 persen di antaranya merupakan transaksi isi saldo GoPay.

Thomas menjelaskan pihaknya terus mengembangkan layanan daring ini menjadi kanal elektronik utama yang dapat memberikan akses nasabah ritel mulai dari transfer, pembayaran pajak, BPJS, telepon, kartu kredit, pembelian pulsa, token listrik, pembukaan rekening deposito dan transaksi lainnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: