Pantau Flash
Jokowi Akhirnya Cabut Perpres Izin Investasi Miras
Genap Satu Tahun Pandemi, 2 Kasus Mutasi COVID-19 Inggris Ditemukan di Indonesia
Bayern Munchen Berhasil Mendapatkan Bek Kiri Reading Omar Richards
Baku Tembak dengan TNI-Polri, 2 Teroris MIT Poso Tewas
Update COVID-19 RI: Kasus Positif Naik 6.680 dengan Total 1.341.314

Eksportir Sambut Positif Dukungan Kuat Pemerintah untuk Sarang Burung Walet

Headline
Eksportir Sambut Positif Dukungan Kuat Pemerintah untuk Sarang Burung Walet Seorang pekerja menyortir sarang burung walet untuk diekspor di Medan, Sumatera Utara, Selasa (10/3/2020). ANTARA FOTO/Septianda Perdana/aww.

Pantau.com - Perkumpulan Eksportir Komoditas Indonesia Tiongkok (PEKIT) menyambut positif dukungan pemerintah mendorong ekspor sarang burung walet. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, Indonesia mengalami peningkatan ekspor sarang burung walet.

“Kami di asosiasi sangat senang bila sarang burung walet disebut harta karun tersembunyi. Namun sebenarnya kami sudah lama ekspor ke manca negara, dan memang pasar SBW ke Tiongkok yang tertinggi,” kata Mulyanto, Ketua PEKIT di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Presiden Jokowi Datang, Warga Kalsel pun Senang

Mulyanto menambahkan perjuangan ekspor sarang burung walet (SBW) ke Tiongkok cukup keras, dan relatif berbeda dengan negara lainnya. Proses registrasi rumah walet hingga rumah processing secara ketat dikawal Kementerian Pertanian.

“Seluruh protokol kesehatan yang diminta negara Tiongkok harus dipenuhi sejak sebelum terbang. Proses karantina nya cukup panjang,” kata Mulyanto.

Secara khusus Mulyanto meminta dukungan pemerintah agar mendorong kemudahan ekspor komoditas ini, baik dalam hal perizinan dalam negeri, maupun protokol kesehatannya.

Mulyanto menambahkan protokol yang diminta pemerintah Tiongkok cukup memberatkan bagi para calon eksportir baru, sehingga dirinya meminta pemerintah membantu negosiasi antar negara dapat dilakukan untuk mengurangi beban protokol kesehatan.

“Disparitas harga sangat tinggi, terutama SBW kotor dan bersih. Tidak semua harganya Rp25 juta, tapi nilai tersebut yang paling bagus memang,” imbuhnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Sebut Banjir Kalsel Jadi yang Pertama Sejak 50 Tahun Terakhir

Sebagai tambahan, PEKIT sebagai salah satu asosiasi eksportir yang secara rutin telah melakukan ekspor SBW. Menurut Mulyanto, mereka akan terus mendorong peningkatan ekspor komoditas ini.

Saat ini beberapa anggota PEKIT yang telah berhasil menembus pasar Tiongkok, antara lain: PT. Ori Ginalnest Indonesia, PT. Tong Heng Investment Indonesia, PT. Anugerah Citra Walet Indonesia, PT. Matra Adhiraya Nusantara, PT. Organic Hans Jaya dan PT. Cempaka Mega Mandiri. 

“Pemulihan ekonomi nasional dengan peningkatan ekspor sangat baik. Program Presiden kita dukung sebagai komunitas eksportir nasional,” tutup Mulyanto.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: