Pantau Flash
Polri Limpahkan Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra ke Kejaksaan
Jokowi: Dibandingkan Kematian Rata-rata Dunia, Kita Masih Lebih Tinggi
Jokowi Perintahkan Rencana Vaksinasi COVID-19 Rampung dalam 2 Pekan
Gempa M 5,3 Guncang Sumba Barat NTT, Terasa hingga Denpasar dan Mataram
10 Orang Tewas Akibat Tanah Longsor di Tarakan

Hindari Wabah Virus Korona, Kapal China Akan Diperiksa Sebelum Berlabuh

Hindari Wabah Virus Korona, Kapal China Akan Diperiksa Sebelum Berlabuh Pelindo II. (Foto: Antara)

Pantau.com - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC kini akan mulai memeriksa setiap kapal dari China yang hendak masuk ke pelabuhan di Indonesia, guna mengantisipasi wabah Virus Korona.

"Tentu sebagai pintu keluar masuk arus barang dan manusia, kami harus melakukan tindakan preventif untuk mencegah masuknya Corona ke Indonesia," ujar Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G Masassya kepada Antara usai membuka rapat koordinasi nasional (Rakernas) Pelindo II di Gedung IPC University, Ciawi, Jawa Barat.

Baca juga: Demi Kelancaran Operasional, Pelindo III Gandeng BNI

Menurutnya, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baru, petugas Pelindo II bersama petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memeriksa setiap kapal China beserta awaknya ketika masih di area laut, sebelum berlabuh di pelabuhan.

"Petugas kami datang ke sana, bersama dari Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk cheking crew-nya. Setelah semuanya dianggap aman, barulah kapalnya datang ke kita. Ini cara kita melakukan proteksi agar Virus Korona tidak masuk ke pelabuhan," kata Elvyn.

Elvyn menyebutkan mewabahnya Virus Corona di beberapa negara tetangga, berdampak pada lesunya arus perdagangan internasional. Tapi, menurutnya, Indonesia justru bisa mengambil peluang dari kondisi tersebut, salah satunya dengan cara meningkatkan ekspor barang ke negara yang pasokan impornya dari China ditutup.

Baca juga: Kapal Pesiar Ini Ditolak Berlabuh di 5 Pelabuhan karena Virus Korona

"Kita tahu selama ini Amerika Serikat cukup banyak mendapatkan barang impor dari China. Tentu bagi kita kalau bisa mensubstitusi itu, akan meningkatkan angka ekspor barang kita ke Amerika Serikat," kata Elvyn.

Di samping itu, menurutnya, Indonesia bisa meningkatkan arus perdagangan domestik, ketika arus perdagangan ke negara tertentu intensitasnya menurun.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: