Pantau Flash
7.714 Pasien di RSD Wisma Atlet Dinyatakan Sembuh dari COVID-19
7 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Hotel Fasilitas COVID-19 India
Ronaldinho Segera Bebas Setelah Kejaksaan Sepakati Kesepakatan
Polisi Jerat 'Gilang Bungkus' dengan Pasal Perbuatan Tidak Menyenangkan
Juventus Resmi Pecat Maurizio Sarri

Tanpa AS Resesi, Pengamat: Indonesia Sudah Terkontraksi

Tanpa AS Resesi, Pengamat: Indonesia Sudah Terkontraksi Ilustrasi. Situasi arus lalu lintas dalam infrastruktur jalan nasional . (ANTARA/HO-Kementerian PUPR)

Pantau.com - Ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami resesi, usai pada kuartal II tumbuh negatif 32 persen. Ekonomi Negeri Paman Sam mengalami pukulan terbesar akibat pandemi COVID-19 karena menurunkan belanja konsumen dan bisnis.

Jadi apakah resesi ekonomi AS akan berdampak pada Indonesia? Menurut Ekonom Core Piter Abdullah, itu bukan kabar buruk bagi ekonomi Indonesia. Resesi di AS dan di banyak negara lainnya tak akan menambah buruk perekonomian Indonesia.

Baca juga: Korea Selatan Resesi, Indef: Indonesia Diuntungkan

Dampak resesi di berbagai negara termasuk AS sudah kita rasakan di mana Ekspor kita sudah menurun dan ini tidak akan berdampak lebih besar lagi.

"Perekonomian kita sudah terkontraksi, khususnya oleh karena wabah yang menyebabkan konsumsi dan investasi kita menurun. Namun kabar resesi AS ini bukan kabar yang buruk untuk kita," ujar Piter, di Jakarta, Jumat (31/7/2020)

Dirinya menambahkan semua negara tinggal menunggu waktu untuk menyatakan secara resmi sudah mengalami resesi. Proses resesinya sudah berlangsung sejak awal tahun.

Baca juga: AS Resesi! Ekonomi Anjlok 32 Persen Terburuk Sepanjang Sejarah

Musababnya, resesi akibat wabah yang terseret gelombang wabah yang sama. Serta negara yang resesi itu sangat bergantung pada ekspor, tapi berbeda dengan Indonesia.

"Memang negara-negara tertentu yang sangat bergantung kepada ekspor akan terseret Lebih dalam karena selain terjadi wabah di domestik, ekspornya juga turun karena penurunan ekonomi global. Tapi Indonesia bukan negara seperti itu. Kita tidak bergantung Ekspor," tukasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: