Pantau Flash
Positif COVID-19 di RI Naik 3.509 Total Kasus 278.722 per 28 September
MenkumHAM Siap Hadapi Gugatan Tommy Soeharto Soal Partai Berkarya
Polri Limpahkan Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra ke Kejaksaan
Jokowi: Dibandingkan Kematian Rata-rata Dunia, Kita Masih Lebih Tinggi
Jokowi Perintahkan Rencana Vaksinasi COVID-19 Rampung dalam 2 Pekan

Tertekan Mata Uang Kawasan, Rupiah Ditutup Melemah Rp14.760 per USD

Tertekan Mata Uang Kawasan, Rupiah Ditutup Melemah Rp14.760 per USD Mata uang Rupiah dan Dolar. (Foto: Antara)

Pantau.com - ​​​​​Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, pada Rabu (12/8/2020), ditutup melemah seiring tertekannya mayoritas mata uang kawasan Asia. Rupiah ditutup melemah 80 poin atau 0,55 persen menjadi Rp14.760 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.680 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, penguatan dolar menekan rupiah. Dolar menguat karena ada indikasi pemulihan ekonomi di AS dari rilis data-data tenaga kerja dan indeks harga produsen pada Juli yang lebih baik dari proyeksi.

"Tapi situasi bisa berbalik bila pasar menganalisis pemulihan ekonomi global juga akan terjadi," ujar Ariston.

Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat Rp14.643 per USD

Ariston menuturkan, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS terus naik saat ini, yang mengindikasikan ada peralihan aset dari aset aman ke aset berisiko.

Sementara itu, kabar belum adanya kemajuan pembicaraan stimulus AS antara dua partai berkuasa, Partai Republik dan Partai Demokrat, juga menjadi sentimen negatif terhadap aset berisiko hari ini.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.640 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.640 per dolar AS hingga Rp14.760 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.777 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.728 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah Melemah Rp14.680 per USD Imbas Kekhawatiran Resesi Ekonomi

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: