Pantau Flash
Ronaldinho Segera Dibebaskan dari Penjara Paraguay
Update Korona di Ibu Kota: 1.443 Kasus, 141 Meninggal, dan 69 Sembuh
Bank Indonesia: Cadangan Devisa Cukup Penuhi Kebutuhan
Komisi I DPR: Pelibatan TNI dalam PSBB Diperlukan
Son Heung-min Latihan Perang Kimia

Bukan Social Distancing, WHO Anjurkan Frasa Physical Distancing

Bukan Social Distancing, WHO Anjurkan Frasa Physical Distancing Sejumlah orang terlihat mengenakan masker di tengah kekhawatiran penyebaran virus korona. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menganjurkan dan mendorong untuk mengganti frasa social distancing menjadi physical distancing.

Seperti dikutip Reuters, Senin (23/3/2020), social distancing atau menjaga jarak sosial diganti dengan physical distancing yang berarti menjaga jarak fisik. Hal ini untuk mendorong masyarakat agar tetap terhubung melalui media sosial.

Menurut WHO, gagasan pengubahan itu adalah untuk menjernihkan pemahaman bahwa perintah untuk tetap di rumah selama wabah virus korona jenis baru (COVID-19) saat ini, bukan tentang memutuskan kontak dengan teman dan keluarga, tetapi menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit itu tidak menyebar.

Baca juga: WHO Minta Setiap Negara Prioritaskan Pasien COVID-19 Lansia

Untuk itu, WHO menjelaskan bahwa langkah menjaga jarak fisik dan mengkarantina diri bila sakit memang baik untuk menahan penyebaran COVID-19, namun bukan berarti membuat orang-orang menjadi terisolasi secara sosial.

Masyarakat tetap perlu melakukan interaksi sosial, terutama dengan memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. 

Kasus infeksi virus korona jenis baru yang menyebabkan penyakit COVID-19 di seluruh dunia kini telah mencapai 307.277 kasus, dan ada 92.372 yang telah dinyatakan sembuh berdasarkan peta Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE, Minggu, (22/3).

Baca juga: WHO Tak Anjurkan Konsumsi Ibuprofen untuk Obati Korona

Sementara itu, jumlah kematian secara global tercatat sebanyak 13.048 jiwa. Kni ada 171 negara dan wilayah yang terjangkit termasuk China dan pasien dari Kapal Pesiar Diamond Princess.

Saat ini, Italia, Amerika Serikat, dan Spanyol tercatat sebagai negara dengan kasus terbesar di luar China dalam data peta Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: