Pantau Flash
7.714 Pasien di RSD Wisma Atlet Dinyatakan Sembuh dari COVID-19
7 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Hotel Fasilitas COVID-19 India
Ronaldinho Segera Bebas Setelah Kejaksaan Sepakati Kesepakatan
Polisi Jerat 'Gilang Bungkus' dengan Pasal Perbuatan Tidak Menyenangkan
Juventus Resmi Pecat Maurizio Sarri

Kim Jong Un: Tak Akan Lagi Ada Perang Berkat Nuklir Korea Utara

Kim Jong Un: Tak Akan Lagi Ada Perang Berkat Nuklir Korea Utara Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengadakan pertemuan darurat yang dihadiri oleh Politbiro Komite Sentral WPK, Dalam foto yang tidak bertanggal ini dirilis pada 25 Juli 2020 oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) di Pyongyang. (Foto: KCNA via Reuters

Pantau.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan tidak akan ada perang lagi karena senjata nuklir negara itu menjamin keselamatan dan masa depan meskipun ada tekanan dari luar dan ancaman militer.

Kim membuat pernyataan ketika ia merayakan ulang tahun ke 67 dari berakhirnya Perang Korea 1950-53, yang jatuh pada 27 Juli, dengan tamu undangan para veteran, demikian menurut media pemerintah kantor berita resmi KCNA, Selasa (28/7/2020)

Kim mengatakan Korea Utara mengembangkan senjata nuklir untuk memenangkan "kekuatan absolut" untuk mencegah konflik bersenjata lainnya. Kim juga menekankan sifat defensif dari program tersebut.

Baca juga: Kim Jong Un Berikan Pernyataan Tak Terduga Soal COVID-19 di Negaranya

"Sekarang kami mampu mempertahankan diri dalam menghadapi segala bentuk tekanan intensitas tinggi dan ancaman militer dari pasukan imperialis dan musuh," katanya, sebagaimana dilansir Reuters.

"Berkat penangkal nuklir pertahanan diri Korea Utara yang andal dan efektif, tidak akan ada lagi perang, dan keselamatan serta masa depan negara kita akan dijamin selamanya." ujar Kim Jong Un.

Pidato itu disampaikan di tengah macetnya pembicaraan dengan AS yang bertujuan membongkar program nuklir dan rudal Pyongyang dengan imbalan keringanan sanksi dari Washington.

Kim dan Presiden A.S. Donald Trump bertemu untuk pertama kalinya pada tahun 2018 di Singapura, yang meningkatkan harapan terhadap negosiasi atas ancaman nuklir Korea Utara. Namun KTT kedua mereka, pada 2019 di Vietnam, dan pertemuan tingkat kerja berikutnya berantakan.

Baca juga: Kim Jong-un Pecat Manajer Proyek RS yang Peras Warga

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: