Pantau Flash
Ronaldinho Segera Bebas Setelah Kejaksaan Sepakati Kesepakatan
Polisi Jerat 'Gilang Bungkus' dengan Pasal Perbuatan Tidak Menyenangkan
Juventus Resmi Pecat Maurizio Sarri
TikTok Ancam Tempuh Jalur Hukum Usai Diblokir Donald Trump
Pemerintah Beri Santunan Rp300 Juta untuk Tenaga Medis Gugur Tangani Korona

Kim Jong Un Berikan Pernyataan Tak Terduga Soal COVID-19 di Negaranya

Kim Jong Un Berikan Pernyataan Tak Terduga Soal COVID-19 di Negaranya Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. (Foto: Reuters via Antara)

Pantau.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menggelar pertemuan darurat politbiro setelah seseorang yang dicurigai membawa virus korona kembali dari Korea Selatan usai menyeberangi perbatasan secara ilegal Juli ini. Hal itu dikatakan media pemerintah, Minggu (26/7/2020).

Jika terkonfirmasi, maka kasus itu akan menjadi yang pertama diakui secara resmi oleh otoritas Korea Utara, yang sejauh ini mengklaim tidak ada pengidap COVID-19 di negara itu.

Seperti dilansir KCNA, Kim menyatakan status darurat dan memberlakukan penguncian di kota perbatasan Kaesong, menyebutnya sebagai situasi genting di mana virus ganas dapat dikatakan telah memasuki negara tersebut.

Baca juga: Kim Jong-un Pecat Manajer Proyek RS yang Peras Warga

KCNA melaporkan seseorang yang membelot ke Korsel tiga tahun lalu kembali menyeberangi perbatasan, yang memisahkan dua Korea, dengan gejala mirip COVID-19. "Peristiwa darurat terjadi di Kota Kaesong, di mana seseorang yang kabur ke Korsel tiga tahun lalu, yang diduga terinfeksi virus ganas kembali pada 19 Juli setelah secara ilegal melewati garis demarkasi," kata KCNA.

KCNA tidak menyebutkan secara spesifik apakah seseorang itu telah dilakukan tes, namun mengatakan "hasil belum pasti diperoleh dari sejumlah pemeriksaan medis sekresi dari organ pernapasan dan darah orang tersebut, memicu petugas untuk mengarantina orang tersebut dan menyelidiki siapa pun yang mungkin telah melakukan kontak dengannya.

Korut menerima ribuan alat tes COVID-19 dari Rusia dan negara-negara lainnya serta menutup perbatasan secara ketat. Ribuan orang di Korut menjalani karantina namun baru-baru ini otoritas terkait melonggarkan pembatasan COVID-19.

Baca juga: Akhirnya Sang Presiden Negatif COVID-19, Hydroxychloroquine Dipamerkan

Tim Pantau
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: