Ada Anggapan ‘Jangan Takut Korona, Takutlah kepada Allah’, MUI: Tidak Sama!

Headline
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas di JakartaSekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas di Jakarta

Pantau.com – Sekretaris Jenderal Majelis Uama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta umat Islam untuk dapat membedakan takut terhadap virus korona dengan perbuatan menyekutukan Allah SWT atau musyrik.

“Tentu tidak (sama), karena takut kepada Allah sebagai khalik adalah berbeda dengan takut kepada lain-Nya atau makhluk,” kata Anwar kepada wartawan di Jakarta.

Baca juga: Doni Monardo: Penerapan PSBB di DKI Jakata Belum Optimal

Dia mengatakan ada kecenderungan sejumlah orang yang bicara lantang hanya boleh takut kepada Allah saja dan tidak boleh takut kepada makhluk dalam hal ini virus korona jenis baru. Ada anggapan bahwa takut virus korona berarti musyrik atau mempersekutukan Tuhan.

Menanggapi hal itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengatakan umat agar dapat memilah rasa takut dalam diri manusia.

“Kedua rasa takut ini penting karena dia sudah merupakan fitrah atau pembawaan sejak dari lahir dan fungsinya sangat penting, merupakan mekanisme pertahanan hidup dasar yang ada dalam setiap diri kita,” katanya.

Rasa takut alamiah, kata dia, dapat muncul sebagai respon terhadap suatu pemicu tertentu yang ada di sekitar individu terkait.

“Takut kepada Allah SWT itu karena kita tidak mau eksistensi kita terancam karena mendapatkan murka dari-Nya dan apalagi nanti di hari akhir kita dimasukkan-Nya ke dalam neraka-Nya,” kata dia.

Baca juga: PNS Kerja dari Rumah Diperpanjang Lagi hingga 13 Mei 2020

Maka, kata Anwar, supaya tidak dimurkai dan dimasukkan Allah ke dalam neraka maka umat agar mendekatkan diri dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

“Berbeda halnya dengan takut kepada makhluk-Nya seperti takut dengan harimau atau virus korona. Kita takut dengan harimau dan virus korona bukan karena dia tuhan, tapi karena dia adalah makhluk Tuhan yang bisa mencederai dan mencelakakan diri kita,” kata dia.

Oleh karena itu, Anwar mengatakan secara naluriah manusia berusaha menjauhi dan menghindarkan diri agar selamat dari ancaman dan malapetaka yang bisa ditimbulkan makhluk Allah.

“Jadi secara substansial takut dengan Tuhan dan takut dengan korona adalah tidak sama karena Tuhan dan virus korona merupakan dua eksistensi yang berbeda yang satu khalik dan yang satu makhluk,” katanya.

rn

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan N