Pantau Flash
Presiden Jokowi Tegaskan Pilkada Serentak 2020 Tidak akan Ditunda
PSBB Jakarta Diperketat, BPJS Ketenagakerjaan Optimalkan Lapak Asik
Bareskrim Polri Kirim SPDP Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan ke Kejagung
Kemendikbud Terbitkan Persekjen 14/2020 Soal Juknis Bantuan Kuota Internet
Enam Jenazah WNI Ditemukan di Pantai Johor Malaysia

Ahli Epidemiologi UI: Pasien Positif Korona Harus Diawasi Secara Ketat

Ahli Epidemiologi UI: Pasien Positif Korona Harus Diawasi Secara Ketat Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Ahli epidemiologi Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengingatkan pasien positif COVID-19, yang menjalani isolasi mandiri di rumah, agar diawasi secara ketat dalam menerapkan protokol kesehatannya, sehingga tidak menjadi sumber penularan baru.

"Pasien positif COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri ini harus benar-benar diawasi, harus diam di rumah. Kalau mereka butuh bantuan, diberi bantuan,” katanya saat bertemu Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Bogor Dedie A Rachim di Kota Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: 800 Orang Sudah Mendaftar Menjadi Relawan Vaksin COVID-19 Asal China

Menurut Tri, khusus di Kota Bogor, pada Senin (3/8/2020), ada 46 pasien positif COVID-19 dirawat di rumah sakit serta 40 pasien positif lainnya menjalani isolasi mandiri.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini menambahkan, selain pengawasan, GTPP COVID-19 dan Dinas Kesehatan Kota Bogor juga penting memberikan pemahaman terhadap pasien positif COVID-19 bagaimana menjalani isolasi mandiri di rumah guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Tri yang mencermati data penyebaran virus corona di Kota Bogor pada 10 Maret hingga 3 Agustus 2020, menyatakan kaget, karena penularan COVID-19 dari luar kota sangat tinggi dibandingkan faktor penularan lainnya. Penularan COVID-19 dari luar Kota ada sebanyak 111 kasus.

"Dari data klaster luar kota, ternyata warga Kota Bogor yang keluar kota menggunakan kendaraan pribadi dan tertular COVID0-19 ada 80 persen. Jadi, harus dievaluasi lagi, sebetulnya penularannya di mana," katanya.

Baca juga: Penegasan Menohok Satgas COVID-19 Usai Surabaya Diklaim sebagai Zona Hijau

Tri menyarankan jika Pemerintah Kota Bogor menerapkan pembatasan sosial berskala besar praadaptasi kebiasaan baru (PSBB Pra-AKB), maka pasien positif COVID-19 yang saat ini ada 86 kasus, baik yang diisolasi mandiri di rumah maupun diisolasi di rumah sakit, harus diawasi dengan baik.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: