Pantau Flash
Layanan SIM Keliling di Jakarta Tetap Buka, Ini Lokasinya
Dua Truk Saling Hantam di Depan Balai Kartini, Ada Korban Tewas
Fadli Zon Ujug-ujug Nyanyi Lagu Sunda, Sindir Pejabat Haus Kuasa
Ditlantas Polda Bantah Berikan Pelat Polri untuk Arteria Dahlan
Kapolrestabes Medan Tidak Terbukti Terima Suap dari Istri Bandar Narkoba

Bersiap! Presiden Jokowi Sudah Perintahkan Vaksinasi Booster Januari 2022

Headline
Bersiap! Presiden Jokowi Sudah Perintahkan Vaksinasi Booster Januari 2022 Presiden Jokowi. (Foto: Antara)

Pantau.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) meminta vaksinasi booster atau penyuntikan vaksin dosis ketiga segera disiapkan untuk dilaksanakan pada Januari 2022.

“Bapak Presiden juga meminta agar kegiatan booster vaksinasi sudah dipersiapkan untuk di bulan Januari. Jadi kami sedang akan memfinalkan terkait vaksin berbasis PBI dan non-PBI,” kata Airlangga di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/12/2021), usai rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden Jokowi mengenai evaluasi PPKM. 

Baca juga: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Presiden Jokowi Capai 72 Persen, Tertinggi Sejak Pandemi

Selain vaksinasi booster, Presiden juga memerintahkan untuk percepatan pemberian vaksin COVID-19 terhadap masyarakat rentan dan juga anak-anak yang belum divaksin. Percepatan vaksinasi terhadap masyarakat rentan dan anak-anak diperlukan untuk mencegah penularan varian baru Omicron yang berdasarkan kajian, banyak menjangkiti anak-anak.

“Dalam hal ini karena yang banyak juga terdampak adalah anak-anak, maka vaksinasi anak-anak perlu untuk terus didorong,” kata Airlangga.

Presiden meminta jajarannya terus mengevaluasi dan mengawasi perkembangan varian Omicron yang telah terdeteksi di 45 negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah meminta adanya genome sequencing, dan membatasi kegiatan masyarakat untuk mengantisipasi penularan Omicron.

Baca juga: Kepuasan ke Jokowi Naik Tajam, Stafsus: Gambaran yang Dilakukan Pemerintah Baik

Terkait antisipasi penularan COVID-19 menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Airlangga menuturkan, Presiden memerintahkan agar berbagai kegiatan diikuti maksimal 50 orang. Kebijakan pembatasan kegiatan saat libur Natal dan Tahun Baru akan disesuaikan dengan imbauan dari WHO dan dituangkan dalam instruksi menteri dalam negeri.

“Namun kegiatan-kegiatannya akan dirinci. Jadi kegiatan maksimal di mal, kemudian untuk restoran maksimal 75 persen dan di berbagai kegiatan 75 persen. Namun ada pembatasan jumlahnya yang dimaksimalkan menjadi 50 orang dan yang traveling itu mereka yang sudah divaksin,” katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: