Pantau Flash
Hilal Tidak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Fitri Kamis 13 Mei
Kemenag: Tak Ada Referensi Hilal Awal Syawal 1442 H Teramati di Indonesia Secara Astronomis
Masjid Istiqlal Tidak Gelar Salat Ied Tahun Ini
KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai yang Tak Lolos TWK
Kemenparekraf Pastikan Destinasi Wisata Terapkan Prokes saat Libur Lebaran

Covid-19 di India Melonjak Drastis, 127 Warganya Kabur ke Indonesia Pakai Pesawat Carter

Headline
Covid-19 di India Melonjak Drastis, 127 Warganya Kabur ke Indonesia Pakai Pesawat Carter Seorang perempuan berduka dengan anak lelakinya setelah suaminya meninggal dunia akibat penyakit virus corona (COVID-19) di luar kamar mayat rumah sakit COVID-19 di Ahmedabad, India, Selasa (20/4/2021). REUTERS/Amit Dave/hp/cfo (REUTERS/AMIT DAVE)

Pantau.com - Sebanyak 127 Warga Negara Asing (WNA) asal India melakukan eksodus ke Indonesia menggunakan pesawat carter serta melengkapi diri mereka dengan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) di tengah terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di negara tersebut.

"Betul, mereka melalui Bandara Soekarno-Hatta naik pesawat carter dari India pada tanggal 21 April 2021 pukul 19.30 dengan pesawat carter QZ9BB ex MMA," kata Kepala Sub Direktorat Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Benget, melalui pesan singkat, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: 2000 Orang Mati dalam Sehari Akibat Covid-19 di India

Menurut Benget, ratusan WN India itu diperbolehkan masuk ke wilayah Indonesia karena mereka dilengkapi dengan Kitas yang diberikan otoritas terkait kepada WNA yang akan tinggal di Indonesia untuk beberapa bulan.

"Jumlah WNA India 127 orang. Ya boleh masuk karena ada Kitas," katanya.

Namun Kementerian Kesehatan telah melakukan langkah antisipasi dengan mewajibkan mereka menjalani karantina selama 5x24 jam.

Petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan swab sebanyak dua kali pada saat mereka tiba di hotel dan saat hari kelima proses karantina.

"Di hotel tidak diperkenankan keluar dari kamar dan jika ada hasil pemeriksaan swab positif, maka akan dilakukan isolasi di faskes sampai sembuh. Untuk hasil PCR yang CT valuenya kurang dari 30 akan dilakukan surveilans genom squensing di litbangkes untuk melihat varian baru," katanya.

Baca juga: KSAL Perkirakan Kemampuan Oksigen KRI Nanggala Akan Bertahan 3 Hari Selama Blackout

Secara terpisah, Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tjandra Yoga Aditama mengatakan India saat ini tengah mengalami gelombang kedua lonjakan kasus corona.

"22 April kemarin India mencatat jumlah kasus harian COVID-19 tertinggi selama ini, yaitu lebih dari 314 ribu orang. Saya menghubungi teman-teman saya di New Delhi dan ada belasan orang yang sakit COVID-19, baik orang Indonesia maupun orang India dan juga warga negara lain," katanya.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: