Pantau Flash
Satgas Laporkan 5.910.921 Jiwa Warga Indonesia Telah Mendapatkan Vaksinasi Lengkap
Polisi Libatkan Interpol Buru Pria Mengaku Nabi ke-26
Kanada Kembali Laporkan Kasus Pembekuan Darah Akibat Vaksin AstraZeneca
Penerima Vaksin COVID-19 Bertambah 95.060 Menjadi Total 10.801.244 Orang
Fly Over Cakung Bakal Uji Coba Perdana pada 19 hingga 21 April

Demokrat Sumut Bubarkan Secara Paksa KLB Ilegal

Headline
Demokrat Sumut Bubarkan Secara Paksa KLB Ilegal Massa pendukung digelarnya KLB Partai Demokrat terus berdatangan ke arena digelarnya KLB. (Foto: Antara/Juraidi)

Pantau.com - DPD Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut) membubarkan secara paksa pelaksanaan kongres luar biasa (KLB) ilegal, di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, karena bermaksud ingin menggulingkan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono,

"Dia (DPD Demokrat Sumut, Red) bukan berangkat ke lokasi (KLB) untuk jadi peserta. Tapi buat bubarin," ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dihubungi melalui telepon seluler, di Medan, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Demokrat Murka Soal KLB di Deli Serdang: Itu Pertemuan Bodong!

Ia mengatakan, partai belambang mercy di Sumut tersebut menganggap bahwa pelaksanaan KLB ilegal itu akan menimbulkan rasa malu bagi partai yang didirikan pada 9 September 2001 di Tanah Air.

Agus Harimurti Yudhoyono terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat periode 2020-2025 yang secara otomatis menggantikan ayahnya Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Presiden ke-6 Republik Indonesia.

"Saya dapat informasi barusan bahwa massa yang dibawa Pak Heri (Plt Ketua Demokrat Sumut Heri Zulkarnain) ada bentrok dengan massa pro-KLB," ujar Herzaky.

Baca juga: Moeldoko Terpilih Jadi Ketum Partai Demokrat Versi KLB: Saya Terima, Terima Kasih!

Politisi senior Partai Demokrat Max Sopacua menyebutkan KLB Partai Demokrat yang digelar di The Hill Hotel dan Resort Sibolangit, Kabupaten Deliserdang sudah sesuai prosedur.

"Kongres ini aspek legalitasnya adalah dua per tiga pemilik suara atau hitung-hitungannya lebih rendah lagi adalah 50 persen ditambah satu," kata Max.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: