Pantau Flash
Satu Tahun Pandemi di RI, Kasus Positif COVID-19 Sudah Mencapai 1.347.026
Menristek Sebut Harga Vaksin Merah Putih Sekitar Rp70 Ribuan
Proses Identifikasi Korban SJ-182 Resmi Ditutup, 3 Penumpang Belum Teridentifikasi
Jokowi Akhirnya Cabut Perpres Izin Investasi Miras
Genap Satu Tahun Pandemi, 2 Kasus Mutasi COVID-19 Inggris Ditemukan di Indonesia

Geger Tanda SOS hingga 'Tolong' di Pulau Laki, Basarnas Angkat Bicara

Headline
Geger Tanda SOS hingga 'Tolong' di Pulau Laki, Basarnas Angkat Bicara Prajurit Kopaska TNI AL melakukan pencarian puing pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 saat proses SAR pesawat tersebut di perairan Pulau Seribu, Jakarta, Senin (18/1/2021). (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Pantau.com - Lini masa digemparkan dengan munculnya tanda SOS yang berada di Pulau Laki. Tanda SOS ini kerap digunakan untuk menunjukkan bahaya dan meminta pertolongan. Pulau Laki sendiri diketahui merupakan titik area jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasi Basarnas Brigjen Rasman MS mengatakan, akan mengecek kebenaran informasi perihal tanda SOS di Pulau Laki, Kepulauan Seribu. 

Baca juga: Hingga Senin Malam, Terkumpul 45 Kantong Jenazah Selama Evakuasi Korban SJ182

"Sampai saat ini saya belum menerima informasi tersebut belum menerima datanya, nanti kita akan cek sesuai informasi yang kita berikan tadi," kata Rasman kepada wartawan, Rabu (20/1/2020).

Tanda SOS di Pulau Laki itu masih terlihat saat diakses melalui aplikasi Google Maps. Kendati demikian, tanda SOS tersebut tidak memberikan informasi atau mengarahkan ke suatu hal tertentu. Bahkan siang ini, ada kata 'TOLONGGG' tertulis di pulau tersebut. Namun, tanda SOS tersebut tidak memberikan informasi atau mengarahkan ke suatu hal tertentu.

Rasman menegaskan, pihaknya tak mau berspekulasi apakah sinyal itu terkait dengan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 atau tidak. "Jadi untuk yang tanda SOS tadi kita coba dalami nanti ya. Saya tidak mau berspekulasi apa yang ada di situ," kata Rasman. 

Baca juga: Misteri Sinyal ELT Sriwijaya Air SJ182 Hilang, Satelit Australia Tak Menangkap

Rasman juga menjelaskan bahwa memang ada beberapa tim SAR yang mendirikan posko di Pulau Laki untuk memudahkan pencarian, namun belum dapat memastikan sinyal SOS itu berasal dari mana.

Untuk diketahui, SOS merupakan tanda bahaya yang menggunakan kode Morse Internasional. Tanda ini pertama kali digunakan pada 1 April 1905 oleh Jerman. Tanda ini juga digunakan untuk meminta pertolongan dengan segera. 

Kata 'Tolong' terlihat di Pulau Laki. (Foto: Google Maps)

Tim Pantau
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: