Pantau Flash
Penembakan di RM Cafe Cengkareng, 3 Orang Tewas
Jokowi Tinjau Langsung Vaksinasi COVID-19 Massal Wartawan di GBK Pagi Ini
Panglima TNI Mutasi 114 Pati, Mayjen Bakti Agus Fadjari Jabat Wakasad
Waspada, BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis Pemicu Hujan Ekstrem
BMKG Prediksi Hujan Ekstrem Malam Ini hingga Besok: Jabodetabek Siaga Banjir

Misteri Sinyal ELT Sriwijaya Air SJ182 Hilang, Satelit Australia Tak Menangkap

Headline
Misteri Sinyal ELT Sriwijaya Air SJ182 Hilang, Satelit Australia Tak Menangkap Pesawat Sriwijaya Air (Foto: Sriwijaya Air)

Pantau.com - Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Bambang Suryo Aji mengungkapkan, hingga saat ini Basarnas belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab sinyal emergency location transmitter (ELT) milik pesawat Sriwijaya Air SJ182 tidak memancarkan sinyal.

Untuk mencari tahu penyebab tidak adanya sinyal ELT tersebut, Basarnas telah mengecek ke sistem satelit yang dimiliki Australia.

"Australia juga tidak menangkap. Jadi Basarnas juga masih mencari tahu kenapa ELT tersebut tidak memancarkan sinyal," katanya, Sabtu (9/1/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS: Pesawat Sriwijaya Air Dikabarkan Hilang Kontak

Dijelaskan, bila ELT Sriwijaya memberikan informasi, pihaknya akan cepat mengetahui tanpa mencari informasi adanya lost contact ke beberapa pihak. Bambang mengaku pihaknya mengetahui adanya hilang kontak Sriwijaya SJ-182 dari Airnav.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan kronologi hilangnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB.

“Bahwa telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak dengan call sign SJ 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40,” kata Menhub dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Sabtu malam.

Baca juga: Jejak Terakhir Pesawat Sriwijaya Air di 'Flight Radar' Sebelum Hilang Kontak

Ia menuturkan pesawat PK CLC itu lepas landas pada pukul 14.36 WIB, kemudian pada pukul 14.37 diizinkan naik ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti “instrument departure”. Pada pukul 14.40, pengendali lalu lintas udara (ATC) melihat Sriwijaya tidak ke arah 075 derajat, melainkan ke Barat Laut.

“Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik target Sriwijaya hilang dari radar," kata Menhub.

Atas kejadian tersebut, Budi mengatakan, manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait.

“Pada pukul 17.30, Presiden memberikan arahan ke kami untuk memaksimalkan pencarian,” katanya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: