Pantau Flash
FBI Turun Tangan Selidiki Ledakan Beirut
Anggaran Kemenkes dalam RAPBN 2021 Naik Jadi Rp84,3 Triliun
32 Kawasan Khusus Pesepeda di Jakarta Ditiadakan Mulai 16 Agustus 2020
Bio Farma Soal Vaksin Rusia: Tidak Mengikuti Kaidah Ilmiah untuk Registrasi
Sebanyak 38 Orang di DPRD Jawa Barat Terinfeksi COVID-19

Gubernur Klaim Bangka Belitung Aman dari Gempa dan Tsunami

Gubernur Klaim Bangka Belitung Aman dari Gempa dan Tsunami Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan. (Foto : babel.antaranews.com/Aprionis)

Pantau.com - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan mengatakan Babel relatif cukup aman terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami, karena pulau penghasil bijih timah tersebut tidak memiliki patahan dan gunung berapi.

"Kita relatif aman dari gempa dan tsunami karena Pulau Bangka dan Belitung diapit pulau-pulau besar seperti Kalimantan, Jawa dan Sumatera," kata Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Megawati: Kewaspadaan Terhadap Bencana RI Bukan Lemah, Tapi Tak Ada!

Menurutnya, meski Bangka Belitung aman dari gempa dan tsunami, namun pemerintah provinsi bekerja sama dengan BMKG akan memasang alat deteksi bencana di beberapa titik, sebagai antisipasi dini bencana tersebut.

"Kita berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi-potensi bencana alam selama perubahan cuaca ekstrem ini," ungkapnya.

Ia mengatakan, potensi bencana yang cukup besar terjadi di Bangka Belitung masih bersifat hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, angin puting beliung, sambaran petir, gelombang tinggi yang sering terjadi, bahkan memiliki kecenderungan meningkat setiap tahunnya.

"Kami mengimbau masyarakat selalu bersikap tenang dan waspada untuk mengantisipasi bencana alam selama musim hujan yang cukup ekstrem ini," ujarnya.

Kepala BPBD Kepulauan Babel, Mikron Antariksa mengatakan mengoptimalkan pelatihan pencegahan dan penanganan korban bencana alam di desa siaga bencana, sehingga warga tangguh dan selalu siap menghadapi bencana pada musim kemarau, pancaroba dan musim hujan.

Baca juga: Indonesia dan Jepang Kerja Sama Bangun Infrastruktur di Sulteng Usai Gempa

Selain itu, warga juga dilatih dalam menyusun rencana kontingensi. Misalnya terjadi bencana gempa bumi, warga sudah tahu dan bisa mengevakuasi korban bencana alam tersebut.

"Kita berharap warga yang mendapatkan pelatihan ini dapat menularkan keahliannya dalam penanganan bencana ke masyarakat lainnya di desa tersebut," tandasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: