Pantau Flash
Khofifah Minta Warga Jatim Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap OTG
CEO Leipzig Bantah Soal Transfer Timo Werner ke Chelsea
Jubir Presiden Kazakhstan Positif COVID-19
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan

Ini Daerah Jakarta yang Jadi Fokus Patroli Polda Metro

Ini Daerah Jakarta yang Jadi Fokus Patroli Polda Metro Polda Metro Jaya akan menggelar kegiatan patroli berskala besar sebagai langkah antisipasi untuk menghalau penyebaran COVID-19 di wilayah hukum Polda Metro Jaya. (Foto: Antara/Polda Metro Jaya)

Pantau.com - Anggota Polda Metro Jaya mengintensifkan patroli di lokasi berpotensi terdapat kerumunan massa terkait kebijakan kerja di rumah atau "work from home" (WFH) guna mengurangi penyebaran virus korona atau COVID-19.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Deddy Murti di Jakarta, Jumat (27/03/2020), mengatakan daerah Kota Tua, Kemang, dan Hayam Wuruk masih terjadi keramaian massa.

Baca juga: Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas saat WFH Imbas Korona Menurun

Deddy mengatakan anggota Polda Metro Jaya melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat Jakarta untuk tidak berkerumun dan berkeliaran di luar rumah karena penyebaran wabah COVID-19. Dikatakan Deddy, beberapa wilayah terdapat lokasi kuliner dan kafe yang masih ramai dikunjungi warga Jakarta. "Tapi kita edukasi terus masyarakat," ujar Deddy.

Namun, Deddy menyatakan polisi akan menindak tegas kepada masyarakat yang tetap memaksakan diri berkeliaran di luar rumah sesuai dengan imbauan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan Keputusan Gubernur DKI Nomor 337 Tahun 2020 tentang Status Tanggap Darurat bencana wabah virus korona atau COVID-19 selama 20 Maret hingga 2 April tertanggal 20 Maret 2020.

Baca juga: Imbas Korona, Polda Metro Jaya Tutup Pelayanan SIM hingga 29 Mei

Akibat dari status Tanggap Darurat Bencana tersebut, Pemprov DKI menghentikan sementara kegiatan perkantoran, tempat wisata, tempat hiburan seperti kelab malam, bar, griya pijat, karaoke, pertunjukan musik, bioskop, serta tempat biliar dan bowling.

Penutupan kegiatan perkantoran membuat sebagian karyawannya harus bekerja dari rumah ataupun membatasi kegiatan di kantor akibatnya volume kendaraan ruas jalan di Jakarta menurun sekitar 25 persen hingga 30 persen.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - WIL

Berita Terkait: