Pantau Flash
Seluruh Pasien COVID-19 di Klaster Terbesar Gunung Kidul Telah Sembuh
Soal Larangan Tampil di Liga Champions, Guardiola Yakin City Menang Banding
Kalahkan Leverkusen di Final Piala Jerman, Bayern Raih Gelar Ke-2 Musim Ini
Cina Melaporkan 8 Kasus Baru Virus Korona
Dua Tersangka Kasus Korupsi Bank NTT Ditangkap di Mojokerto

Jokowi Kepada Polri: Kalau Ada Niat Korupsi Dana Korona, Gigit Saja

Headline
Jokowi Kepada Polri: Kalau Ada Niat Korupsi Dana Korona, Gigit Saja Dokumetasi-Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara/HO Biro Pers Setpres/Muchlis Jr)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo menyatakan keterlibatan seluruh jajaran Polri untuk menghadapi pandemi COVID-19 sangat dibutuhkan termasuk dalam menjaga protokol kesehatan dan mengawal distribusi bantuan sosial.

"Dalam situasi yang sulit ini kehadiran dan keterlibatan seluruh jajaran Polri sangat sangat dibutuhkan mulai dari jajaran Mabes dan Polda, Polres dan Polsek Bhabinkamtibmas di desa-desa harus ikut terlibat mengajak masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan dan aktif mengawal kelancaran dan ketepatan penyaluran bansos," kata Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam peringatan ke-74 Hari Bhayangkara. Hadir dalam acara tersebut antara lain Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, para penerima tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya serta undangan terbatas lainnya.

Upacara tersebut juga disaksikan melalui sambungan video conference oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, menteri Kabinet Indonesia Maju, serta para kapolda dan kapolres. "Tentu saja Polri ikut menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi tetap aman kondusif dan damai," tambah Presiden.

Baca juga: HUT Polri ke 74, Presiden Jokowi Beri 7 Instruksi Ini

Presiden Jokowi mengingatkan sebagai bangsa pejuang, Indonesia tidak boleh cepat menyerah pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia. "Pandemi ini merupakan cobaan yang berat. Kita harus terus berikhitar dan bekerja keras untuk mengatasi permasalahan kesehatan maupun permasalahan ekonomi," tambah Presiden.

Namun dalam berikhtiar tersebut, keselamatan rakyat tetap menjadi hal paling utama. "Perlu saya tegaskan, keselamatan rakyat adalah yang paling utama, keselamatan dan kepentingan rakyat adalah hukum tertinggi. Lakukan tugas kemanusiaan ini secara persuasif dan humanis namun harus tetap waspada, cepat tanggap dan tegas dalam menangani setiap pelanggaran hukum dengan menjaga profesionalitas dan kepercayaan rakyat," tegas Presiden.

Presiden Jokowi juga memerintahkan kepada jajaran Polri, Kejaksaan Agung, KPK dan lembaga pengawas internal pemerintahan untuk terus memperkuat sinergi dan kerja sama. "Tolong pelaksanaan penanganan program COVID-19 ini dibantu percepatannya dan diawasi penggunaan anggarannya. Alokasi dananya cukup besar yaitu Rp695,2 triliun dan bahkan bisa lebih besar lagi jika diperlukan," ungkap Presiden.

Baca juga: Kemarahan Jokowi Soal Serapan Anggaran Kesehatan Tamparan untuk Terawan

Saat melakukan pengawasan, Presiden Jokowi meminta agar aspek pencegahan harus lebih dikedepankan. "Jangan menunggu sampai ada masalah, kalau ada potensi masalah segera ingatkan tapi kalau sudah ada niat buruk untuk korupsi, ada mens reanya (niat jahat) ya harus ditindak. Silakan digigit saja apalagi dalam situasi krisis seperti saat ini ini tidak boleh ada satu pun yang main-main," ungkap Presiden.

Presiden Jokowi atas nama rakyat, bangsa dan negara pun mengucapkan selamat hari Bhayangkara ke-74 kepada keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian, pengorbanan dan sumbangsih saudara-saudara sekalian dalam rangka menjaga keamanan, menjaga ketertiban dalam menegakkan hukum dan memberikan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat," kata Presiden.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: