Pantau Flash
Layanan SIM Keliling di Jakarta Tetap Buka, Ini Lokasinya
Dua Truk Saling Hantam di Depan Balai Kartini, Ada Korban Tewas
Fadli Zon Ujug-ujug Nyanyi Lagu Sunda, Sindir Pejabat Haus Kuasa
Ditlantas Polda Bantah Berikan Pelat Polri untuk Arteria Dahlan
Kapolrestabes Medan Tidak Terbukti Terima Suap dari Istri Bandar Narkoba

Kecelakaan Angkot Usai Terobos Palang Pintu Kereta, Bobby Beri Perintah Ini ke Dishub

Kecelakaan Angkot Usai Terobos Palang Pintu Kereta, Bobby Beri Perintah Ini ke Dishub Ilustrasi. (Foto: Pantau.com/Adryan Novandia)

Pantau.comWali Kota Medan, Sumatera Utara, Bobby Nasution meminta Dinas Perhubungan (Dishub) bekerj‚Äča sama dengan Polrestabes Medan untuk mengecek rutin kondisi sopir angkutan kota (angkot) di daerah ini.

"Dishub harus mengecek para pengemudi angkutan kota ini. Apakah mereka dalam kondisi yang sehat, baik fisik maupun mental," tegas Bobby di Medan, Selasa (7/12).

Ia mengatakan jangan sampai terjadi seorang sopir mengemudikan angkutan kota dalam kondisi yang tidak fit karena nyawa penumpang yang dibawa menjadi tanggung jawab mereka.

Selain itu, terang Bobby, Dishub perlu memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat Kota Medan tentang ketertiban berlalu lintas, khususnya sopir  angkutan kota.

Baca juga: Video: Fakta Mengejutkan Sopir Angkot yang Terobos Palang Kereta di Medan

Pernyataan Bobby itu merespons tabrakan tragis angkot minibus Wampu Mini 123 yang menerobos palang pintu saat kereta api sedang melintas sehingga langsung terpental sekitar 15 meter di Jalan Sekip, Medan, Sabtu (4/12).

"Kejadian laka lantas pekan lalu akan dijadikan pelajaran bagi Pemkot Medan, khususnya organisasi perangkat daerah (OPD) terkait," tutur Bobby.

Bobby menyerahkan santunan Rp50 juta bagi penumpang yang meninggal dunia atas insiden kecelakaan yang menewaskan empat orang penumpang dalam angkot itu. "Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ungkap Bobby.

Kepala Cabang Jasa Raharja Sumut Tamrin Silalahi menyebutkan jumlah korban kecelakaan lalu lintas antara kereta api dan angkot di Kota Medan belum lama ini sebanyak 10 orang.

"Total ada 10 orang, empat orang di antaranya meninggal dunia di tempat dan enam orang lainnya mengalami luka-luka," katanya.

Oleh sebab itu, katanya, sesuai ketentuan pemerintah, maka korban kecelakaan yang meninggal mendapat santunan Rp50 juta, sedangkan korban luka-luka mendapat biaya perawatan maksimal hingga Rp20 juta.

"Santunan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada para korban kecelakaan," terang Tamrin. 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: